Jumat, Desember 30, 2016

Melakukan Yang Lebih Penting

Melakukan Yang Lebih Penting[1]
M Lili Nur Aulia
(Hal-62) “Setiap yang sedang merasakan kelezatan melakukan hal-hal yang sunnah, tapi datang kewajiban melakukan yang wajib, lalu ia tidak memutus kelezatannya dengan yang sunnah, maka di dalam melakukan sunnahnya itu telah tertipu.” (Sulaiman Ad Daraani)

Saudaraku,

Ada salah satu pemahaman yang harus kita ingat dan pegang, yaitu mengutamakan yang paling penting dari yang penting. Memutuskan dan mendahulukan suatu masalah yang paling diperlukan, dari yang sekadar diperlukan. Dalam ungkapan Arab, prinsip ini lebih dikenal dengan istilah fiqh Aulawiyat, pemahaman terhadap hal yang diprioritaskan.
Mari kita bahas tema ini, agak sedikit mendalam saudaraku.

Rabu, Desember 28, 2016

Memberikan Pelayanan ( 12 - 65 Kiat Islam Membangun Relasi)


Diantara sifat yang dimiliki Rasulullah SAW adalah kerelaannya dalam memberikan pelayanan kepada para sahabatnya di berbagai kesempatan.

Sesekali beliau pernah memberikan minuman kepada mereka, sesekali membantu menghilangkan apa yang melukai mereka, sesekali menolong si fulan dan sesekali membawakan barang bawaan si fulan. Apa yang ditauladankan oleh Rasulullah SAW ini tercatat dalam buku-buku sirah nabawiyah. Karenanya kita menemukan bahwa hubungan yang terjadi antara Rasulullah SAW dan para sahabat beliau sangat kuat dan akrab sekali. Hingga wajar jika mereka rela mempertaruhkan apa saja yang mereka miliki, mulai dari yang paling mahal dan yang paling berharga sekalipun. Mereka rela mempertaruhkan bapak dan ibu mereka, mempertaruhkan jiwa dan raga mereka.

Selasa, Desember 27, 2016

Memulai Dalam Perdamaian (11 - 65 Kiat Islam Membangun Relasi)


Islam dengan jargonnya “Rahmatan lil alamin” sangat membenci permusuhan dan memperingatkan para umatnya agar tidak terperosok ke dalamnya, sebab hal itu dapat menimbulkan berbagai macam kerusakan dan menjerumuskan pelakunya ke dalam siksaan. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW berpesan,


”Janganlah kalian saling memutuskan hubungan, dan janganlah kalian saling bermusuhan, dan jangalah kalian saling benci membenci, dan jaganlah kalian saling dengki mendengki, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Senin, Desember 26, 2016

Menutupi Cela Orang Lain (10 - 65 Kiat Islam Membangun Relasi)


Sesungguhnya Allah Ta’ala enggan memberikan kesempurnaan yang mutlak kecuali kepada Dzat-Nya sendiri, dan menetapkan untuk anak adam pasti mempunyai kesalahan,

“Setiap anak Adam pasti mempunyai kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang mau bertaubat.” (HR. Ibnu Majah [4241])

Disebabkan sifatnya yang serba kekurangan, manusia seringkali di gugurkan oleh beberapa kemaksiatan yang diperbuatnya. Dan, di antara sifat manusia yang dimaksud adalah; merasa sedih dan berduka jika mengetahui cela dan kesalahannya diketahui oleh orang lain. Namun ia akan merasa senang jika meyakini bahwa seseorang yang mengetahui cela dan kesalahannya tidak menyebarkannya kepada orang lain. Hingga dari sikap terpuji dan selalu menjaga itu akan terjalin hubungan erat di antara keduanya.

Minggu, Desember 25, 2016

Menjenguk Orang Sakit (9 - 65 Kiat Islam Membangun Relasi)


Moril memang cenderung membuat orang lain kaku untuk bersikap, namun lain halnya jika bantuan moril kita berikan kepada orang sakit agar bisa membangkitkan semangatnya yang sekaligus menjadi barometer perasaan kita dan perasaanya yang sedih, pedih dan terluka, walaupun mendoakannya juga menjadi factor terpenting dalam kesembuhannya, maka ialah yang akan melunakkan kekakuan.

Menjenguk orang yang sedang sakit adalah sikap yang terpuji dan akhlak yang mulia, sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada para umatnya, karena ia dapat mempererat hubungan antara sesama manusia, disamping itu bagi pelakunya dijanjikan pahala kebajikan yang sangat besar.

Sabtu, Desember 24, 2016

Zuhud (8 - 65 Kiat Islam Membangun Relasi )

Zuhud  
Sebagian orang mengira bahwa sikap yang dapat mempererat hubungan antar sesama manusia dan memperoleh kecintaan sesama adalah kemewahan, kedudukan dan kekayaan. Padahal tidak demikan adanya.

Berapa banyak anda melihat orang yang memiliki kekayaan dunia dengan segala perhiasannya, namun anda tidak mendapati seorang pun yang mencintainya dengan tulus.
Berapa banyak Anda menemukan seseorang yang bersikap zuhud dan tidak memiliki harta benda sedikit pun, namun ia tidak pernah sepi dari kerumunan orang-orang karena ingin mendengarkan petuah dan wejangannya atau sekadar ingin menatap wajahnya yang sejuk, tenang dan penuh kedamaian.

Senin, Desember 19, 2016

Tawadhu' (7- 65 Kiat Islam Membangun Relasi)

Tawadhu’
Tidak dipungkiri bahwa semua orang membenci sikap sombong dan takabur, karena ia adalah sifat yang tercela dan tidak sejalan dengan fitrah suci manusia.
Karenanya, siapa pun yang berlaku sombong atau takabur, akan dijauhi manusia. Sebaliknya, siapa pun yang bersikap tawadhu’ dan rendah diri, akan dicintai oleh manusia dan memiliki hubungan yang erat dengan sesamanya.

Sebagaimana firman Allah SWT,

“(Yaitu) orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasanyang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” (QS. Ghaafir [40]:35)

Minggu, Desember 18, 2016

Pemurah (6 - 65 Kiat Islam Membangun Relasi)


Di antara sifat terpuji yang kini terlihat melemah jika tidak ingin dikatakan hilang sama sekali dalam kehidupan masyarakat adalah sifat pemurah. Hal ini bukan karena semua orang sudah jatuh miskin dan kekurangan sandang, pangan dan papan, namun lebih karena tidak mengerti pentingnya sifat pemurah bagi kehidupan mereka.

Namun demikian saya tidak mengajak kepada kebiasaan buruk yang turun temurun yang masih sering kita saksikan, yaitu berlebih-lebihan dalam kemurahan. Seperti halnya saya juga tidak setuju dengan sikap berlebihan. Namun bagi saya, kikir dan enggan mendermakan sebagian harta juga tidak pantas jika ternyata seseorang memiliki makanan pokok yang lebih untuk hari itu atau lebih untuk masa setahun.

Sesungguhnya yang diajarkan Rasulullah SAW adalah bersifat pemurah, sebab hal itu dapat menambah kuatnya hubungan sesama manusia.

Memberi Maaf (5 - 65 Kiat Islam Membangun Relasi)


Coba anda lihat, betapa gembiranya hati jika ternyata orang yang anda sakiti sudi membuka hati untuk memaafkan anda, berlapang dada dan bermurah hati. Tentu, kegembiraan anda pada waktu itu tidak akan ternilai dengan sesuatupun.

Sifat pemaaf adalah termasuk salah satu sifat orang-orang beriman. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Allah Ta’ala dalam firmannya,

“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (QS.Ali Imran [3]:134)

Jumat, Desember 16, 2016

Langkah-Langkah Penerapan Syariat Islam di Aceh (1)

LANGKAH - LANGKAH
PENERAPAN SYARI’AH ISLAM DI ACEH

Aktualisasi Syari’at adalah
Azam Maysarakat Aceh
Islam mulai bertapak di bumi Aceh pada abad I Hijriyah,
kemudian bertebaran di seluruh pelosok Nusantara. Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara didirikan di Aceh, tepatnya di Peureulak, Aceh Timur,
Pada tanggal 1 Muharram 225 H,
Dan rajanya yang pertama adalah Sultan Alaiddin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah, dengan Ibu negaranya Bandar Khalifah. Hukum yang berlaku di dalam kerajaan itu adalah hukum Islam versi Syi’ah,
hingga tahun 306 H[1]

S
ejak Sultan keempat, yaitu Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdulkadir Syah Jihan berdaulat, memangku jabatan ( 306 – 310 H ) dan seterusnya, ajaran Syi’ah diganti dengan Ahlusunnah Wal Jamaah dan pegangan dalam pengamalan Syari’ah ditetapkan Madzhab Imam Asy – Syafi’ie ra.

Senin, Desember 12, 2016

Sebab Terjadinya Penyimpangan Pemikiran Masyarakat Barat (2)



Oleh: Aba AbduLLAAH

Lebih lanjut DR Yusuf Al-Qardhawi menambahkan sebb2 terjadinya penyimpangan pemikiran tsb, sbb :

3. TERPERANGKAP ALIRAN MATERIALISME
Aliran materialisme menjadikan interpretasi atas segala sesuatu berdasar-kan materi semata-mata, apa yang dapat ditangkap oleh panca-indra harus diterima, sementara apa yang diluar itu adalah nonsense yang tidak perlu digubris apa lagi difikirkan. Aliran materialisme ini kemudian berkembang dan menafikan segala sesuatu yang bersifat norma dan akhlaq, menganggapnya sebagai kepura-puraan (dengan menyelewengkan arti kata munafiq) dan pada fase finalnya adalah mengingkari segala yang ghaib.

Sebab Terjadinya Penyimpangan Pemikiran Masyarakat Barat (1)

Sebab Terjadinya Penyimpangan Pemikiran Masyarakat Barat (1)

Oleh: Aba AbduLLAAH
________________________________________
 
Prof. DR. Yusuf al-Qardhawi (1995), seorang pakar fiqh dan pemikir Islam paling terkemuka di dunia saat ini membuat analisis tentang beberapa karakteristik Pemikiran Barat Modern berdasarkan pendekatan Pemikiran Islam, sebagai berikut :

1. TIDAK MENGENAL PENCIPTANYA SECARA BENAR.
Peradaban Barat modern tidak mengenal ALLAH secara benar, konsep ketuhanan mereka hanya menganggap Tuhan sebagai penguasa langit, tetapi Tuhan tidak berkuasa di bumi. Bumi adalah daerah kekuasaan manusia, dan Tuhan tidak boleh sekali-kali ikut campur dalam urusan-urusan manusia, karena manusia lebih mengetahui tentang apa yang baik bagi dirinya daripada Tuhan, dan Tuhan terlalu suci untuk ikut mengatur semua itu.

Islam dan Peradaban Dunia (5) Gerakan Pembangkangan Terhadap Materialisme Di Barat

Islam dan Peradaban Dunia (5)
Oleh: Aba AbduLLAAH

E. GERAKAN PEMBANGKANGAN TERHADAP MATERIALISME DI BARAT
•          Hippies dan Vegabond. Akibat kehausan spiritual dan materialisme konsumtif masyarakat Barat maka memunculkan gerakan pemberontakan terutama dikalangan kaum muda dengan pelarian kepada minuman keras, obat-obatan terlarang dan seks. Mereka ingin menghentikan kemajuan IPTEK yang harus dibayar dengan social cost yang sangat besar dan telah mengorbankan nilai-nilai fundamental kemanusiaan.

•          Fenomena Suicide, depressi. Majalah Times dalam judul Bunuh Diri di Kalangan Remaja AS. Pada tahun 1985 telah terjadi peningkatan bunuh diri 60 orang dari kalangan remaja dan 60 orang dikalangan orangtua dari setiap 100 ribu orang AS.

Islam dan Peradaban Dunia (4) Bahaya Peradaban Barat

Islam dan Peradaban Dunia (4)
Oleh: Aba AbduLLAAH 

D. BAHAYA PERADABAN BARAT MODERN
DR. Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya Islam Peradaban Masa Depan (Pustaka al-Kautsar, Jakarta, 1996) menjelaskan beberapa sisi lemah peradaban Barat yang harus diwaspadai oleh kaum muslimin saat kaum muslimin berinteraksi dan mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi dari Barat.


1. DEKADENSI MORAL
Permisifisme (paham serba boleh) merupakan pangkal dari kerusakan moral dan akhlaq ummat manusia saat ini, sehingga perlu diwaspadai dan ditangkal. Kehidupan yang individualistik dan bebas tanpa batas, sehingga menabrak aturan-aturan Islam serta tidak lagi memperhatikan halal dan haram telah menimbulkan akumulasi kerusakan yang belum pernah dialami sepanjang sejarah ummat manusia. Berbagai masalah psikososial bermunculan seperti depresi, stress, drop-out, terlibat pemakaian obat terlarang dan minuman keras, kehamilan pra-nikah, kekejaman fisik, tidak betah di rumah, tidak ingin diatur dan yang paling memprihatinkan adalah berbagai penyakit seksual seperti siphilis serta HIV/AIDS [1].

Islam dan Peradaban Dunia (3) Perbandingan Peraadaban Islam Dan Barat Di Abad Pertengahan

Islam dan Peradaban Dunia (3)
Oleh: Aba AbduLLAAH
 
C. PERBANDINGAN PERADABAN ISLAM & BARAT DI ABAD PERTENGAHAN

1. SEBAGIAN SISI GELAP PERADABAN BARAT
•          Terjadinya pengadilan terhadap “Tikus” di pengadilan Autunne di Perancis abad ke-15, karena tikus dianggap “bersalah” telah memakan tanaman gandum.
•          Pengadilan & hukuman mati yang dijatuhkan terhadap “Kucing” abad ke-15 di Inggris , dikarenakan diduga telah membantu para “tukang Sihir” dalam melakukan kejahatannya.
•          Pengadilan terhadap “Ayam yang bertelur” di pengadilan Palle, Swiss abad ke-14.

Islam dan Peradaban Dunia (2) Pengaruh Peradaban Islam Terhadap Peradaban Barat

Islam dan Peradaban Dunia (2)
Oleh: Aba AbduLLAAH 
B. PENGARUH PERADABAN ISLAM THD PERADABAN BARAT

1. BIDANG IPTEK
•          Kedokteran : Kitab Ibnu Sina, al-Qanun (abad-12) & Al-Hawi (ar-Razi) menjadi sumber pengetahuan kedokteran di Barat sampai abad ke-16.
•          Menurut Gustave Le Bon (sejarawan Perancis) bahwa ahli-ahli Barat seperti Roger Bacon, Leonardo da Vinci, Albertus Magnus, dan lain-lain, dibesarkan dalam era keemasan perpustakaan pengetahuan Islam & Arab.

Islam dan Peradaban Dunia (1) Sikap Kaum Muslimin Saat Ini Terhadap Barat

Islam dan Peradaban Dunia (1)
Oleh: Aba AbduLLAAH
 
A. SIKAP KAUM MUSLIMIN SAAT INI TERHADAP BARAT

1. APRIORI
Sikap sebagian kaum muslimin yang menolak mentah-mentah terhadap nilai-nilai Barat beserta konsekuensi-konsekuensinya, sehingga mereka mengisolasi diri dari dinamika modernisasi sama sekali. Dampaknya adalah mereka mengalami kemunduran & kejumudan serta keterasingan dalam kehidupan. Sikap ini tidak sesuai dengan Al-Qur’an & As-Sunnah (lih. QS Ali-Imran 190-191), HR Turmudzi (Ilmu itu milik kaum muslimin yang hilang, dimana saja ia dapatkan maka ia lebih berhak atasnya) & Sirah Nabi SAW serta Shahabat ra.

Ilmuwan Mesir: Lebih dari 60 Hadits Nabi Terbukti Secara Ilmiah

Ilmuwan Mesir: Lebih dari 60 Hadits Nabi Terbukti Secara Ilmiah
Oleh: Al-Ikhwan.net 

 Cendekiawan Mesir Dr. Zaghlul an-Najjar menemukan bahwa Allah telah menurunkan lebih dari 1.000 ayat yang secara tegas berkaitan dengan tema mukjizat ilmiah. An-Najjar juga mengungkapkan, ada lebih dari 60 hadits Nabi saw telah berbicara tentang hakikat ilmiah di alam semesta ini.

Lebih lanjut an-Najjar, seperti dilansir situs Mishr al-’Arabiyyah, mendorong perlunya seorang Muslim dan Muslimah untuk mempelajari bagaimana mempertahankan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi serta para sahabatnya. Pasalnya, Nabi dan para sahabatnya itu merupakan kebenaran yang nyata.

Al Qur’an dan IPTEK (3) : Pembagian Ilmu yang Wajib Dipelajari

Al Qur’an dan IPTEK (3) : Pembagian Ilmu yang Wajib Dipelajari
Oleh: Aba AbduLLAAH
 
Pada masa kini, dimana ilmu jenis ini dilalaikan oleh sebagian besar kaum muslimin, maka yang terjadi adalah kekacauan, baik dalam kehidupan individual maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Terjadinya tawuran pelajar, meningkatnya kriminalitas, penyalahgunaan Narkoba, meningkatnya penderita AIDS, dan lain lain menunjukkan hal ini.

2. Fardhu kifayah : Yaitu ilmu yang diwajibkan untuk dipelajari oleh sebagian kaum muslimin sehingga terpenuhinya kecukupan atau kebutuhan akan ilmu tersebut. Tetapi apabila kecukupan itu tidak tercapai, maka kaum muslimin menjadi berdosa semuanya. Contohnya adalah ilmu2 alam, sosial, hadits, tafsir, bhs Arab, dan lain lain.

Hal ini sangat sesuai dengan kondisi kebutuhan manusia, karena ilmu jenis ini tidak harus dipelajari oleh semua orang (berbeda dengan kelompok ilmu pertama diatas), melainkan Islam menghargai spesialisasi sesuai dengan disiplin ilmu yang diminati oleh masing2 orang.
ARAH PENGEMBANGAN ILMU

Drama KPK

Drama KPK[1]

kekhawatiran banyak orang itu terbukti. Bahwa membabat korupsi di negeri ini perlu stamina yang luar biasa. Mula-mula kita merasa segalanya perlu payung hukum. Dan itu sudah lumayan. Lalu kita meyakini soal utamanya adalah kehendak yang kuat dari pemangku mandat di negeri itu. Dan perlahan sepertinya itu telah mewujud dalam kehendak kolektif pemerintah, DPR, LSM dan masyarakat. Bahwa semua ingin korupsi diberantas. Setidaknya dikurangi dalam porsi yang sangat radikal. Lalu rasanya perlu perangkat yang digdaya untuk melaksanakannya. Maka Komisi Pemberantasan Korupsi perlahan menjadi tempat menaruh semua harapan.

Dari sana kita semua bermimpi Indonesia akan semakin membaik. Luka-luka kepribadian kita secara kolektif atas nama bangsa, yang terus memborok, perlahan seperti mendapat setetes obat. Ada mimpi tentang Indonesia yang sembuh. Meski belum sehat. Meski belum sempurna, tapi pemberantasan korupsi mulai menuai hasil. Menurut laporan Global Corruption Barometer yang dibuat Transparency International, kinerja KPK dan pengadilan Tipikor telah membuat kepercayaan ublik kepada kedua lembaga tersebut terus meningkat. Bahkan dalam satu surveynya, 70% responden menyatakan dengan adanya KPK dan pengadilan Tipikor, pemerintah menjadi lebih efektif dalam memberantas korupsi.

Al Qur’an dan IPTEK (4-Habis) : Tanda-Tanda Ilmuwan Muslim (Ulil Albab)


Oleh: Aba AbduLLAAH

Tanda2 seorang ilmuwan yang muslim (cendekiawan muslim/intelektual Islam) haruslah memiliki karakteristik sebagai berikut :

1. Bersungguh2 belajar (QS 3/7). Seorang muslim sangat menyadari akan hakikat semua aktifitas hidupnya adalah dalam rangka pengabdiannya kepada Allah SWT, sehingga dirinya haruslah mengoptimalkan semua potensi yang dimilikinya untuk sebesar2nya digunakan meningkatkan taraf hidup kaum muslimin.

Al-Qur’an dan IPTEK (2): Sumber-Sumber Ilmu Pengetahuan dalam Islam


Oleh: Al-Ikhwan.net   
Setelah kita mengetahui betapa tinggi perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan dan betapa Allah SWT mewajibkan kepada kaum muslimin untuk belajar dan terus belajar, maka Islampun telah mengatur dan menggariskan kepada ummatnya agar mereka menjadi ummat yang terbaik (dalam ilmu pengetahuan dan dalam segala hal) dan agar mereka tidak salah dan tersesat, dengan memberikan bingkai sumber pengetahuan berdasarkan urutan kebenarannya sebagai berikut.

1. Al-Qur’an dan Sunnah:
Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber pertama ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan keduanya adalah langsung dari sisi Allah SWT dan dalam pengawasannya, sehingga terjaga dari kesalahan, dan terbebas dari segala vested interest apapun, karena ia diturunkan dari Yang Maha Berilmu dan Yang Maha Adil. Sehingga tentang kewajiban mengambil ilmu dari keduanya, disampaikan Allah SWT melalui berbagai perintah untuk memikirkan ayat-ayat-Nya (QS 12/1-3) dan menjadikan Nabi SAW sebagai pemimpin dalam segala hal (QS 33/21).

Al Qur’an dan IPTEK (1)

Al Qur’an dan IPTEK (1)
Oleh: Al-Ikhwan.net
 
Sebagian orang yang rendah pengetahuan keislamannya beranggapan bahwa al-Qur’an adalah sekedar kumpulan cerita2 kuno yang tidak mempunyai manfaat yang signifikan terhadap kehidupan modern, apalagi jika dikorelasikan dengan kemajuan IPTEK saat ini.
Al-Qur’an menurut mereka cukuplah dibaca untuk sekedar mendapatkan pahala bacaannya, tidak untuk digali kandungan ilmu didalamnya, apalagi untuk dapat menjawab permasalahan2 dunia modern dan diterapkan dalam segala aspek kehidupan, hal itu adalah sesuatu yang nonsense.

Anggapan2 diatas merupakan indikasi bahwa orang tersebut tidak mau berusaha untuk membuka al-Qur’an dan menganalisis kandungan ayat2 nya. Oleh karenanya maka anggapan tersebut adalah sangat keliru dan bertolak belakang dengan semangat al-Qur’an itu sendiri. Bukti2 di bawah ini menunjukkan yang sebaliknya:

Dari Politisi Dunia ke Politisi Akhirat


Oleh : Erwyn Kurniawan

Izinkan saya mengambil sudut pandang berbeda dalam melihat wafatnya Ustadzah Yoyoh Yusroh. Beberapa jam setelah mendapat kabar duka tersebut, tiba-tiba saja saya teringat dengan kasus yang membelit M. Nazaruddin. Sederet pertanyaan berkecamuk di benak saya: mengapa kedua peristiwa ini terjadi secara bersamaan? Adakah keduanya berkelindan? Hikmah apa yang bisa diambil dari kedua peristiwa yang saling bertolak belakang tersebut?

Dalam kacamata sebagai seorang muslim, kita yakin tak ada secuilpun kejadian di dunia ini yang luput dari desain Allah. Bahkan daun-daun yang berguguran sekalipun. Begitu juga kedua kejadian tersebut di atas. Setelah beberapa saat merenung, akhirnya saya menemukan kaitannya. Saya teramat yakin, kedua kejadian itu terjadi secara bersamaan karena Allah memberikan hikmah didalamnya.

( Tidak selalu ) Salah Demokrasi


Oleh : akmal.multiply.com

Seseorang membagi-bagikan sebuah komik ringkas menarik dengan penuh semangat. Katanya, komik tersebut akan menjelaskan dengan sangat sederhana mengapa demokrasi telah merusak kehidupan kita dan niscaya akan membawa kita pada kehancuran. Sebuah kata-kata yang sangat kuat yang tidak mungkin bersumber selain dari keyakinan penuh. Tapi marilah kita simak ceritanya.

Alkisah, ada suatu percabangan rel kereta api. Cabang yang pertama adalah yang sudah lama tak digunakan lagi, sehingga tak ada kereta yang melewati jalur itu. Cabang kedua adalah jalur yang kini sering digunakan. Sudah barang tentu, jalur pertama adalah tempat yang aman bagi siapa pun, sedangkan jalur kedua harus dijaga baik-baik agar tidak ada jatuh korban.

Di dekat percabangan itu, ada dua kelompok anak yang sedang bermain dengan asyiknya. Kelompok pertama, yang hanya terdiri dari dua orang anak, bermain di jalur pertama, karena mereka memang tahu bahwa jalur tersebut aman untuk siapa pun. Kelompok kedua yang terdiri dari enam orang anak justru asyik bermain di jalur kedua. Dua anak di jalur pertama sudah memperingatkan kepada keenam temannya bahwa jalur itu berbahaya, tapi tidak mereka malah mengabaikan peringatan itu.

Minggu, Desember 11, 2016

Pada Suatu Masa

Pada Suatu Masa[1]

Kita harus tetap optimis. Seburuk apapun kondisi bangsa ini. Bahwa perubahan itu harus dilakukan, dan sesudah itu Allah akan menjalankan pula janji pengubahannya.
Di panggung politik jalan perubahan itu ada. Tidak semua yang melenggag di ranah itu bisa sukses. Yang gagal banyak. Yang hancur banyak. Yang tergelincir lalu memilih jalan hina juga banyak.

Secara teori politik adalah jalan terdekat menuju kekuasaan. Sementara kekuasaan adalah  terdekat untuk melakukan perubahan yang mengikat, massif dan ada anggarannya. Tapi faktanya politik juga jalan terdekat menuju kehancuran. Sebagaimana kekuasaan juga jalan terdekat menuju penghancuran. Maka, tak ada yang mengerikan, dari penghancuran yang dilakukan oleh orang-orang hancur dan berlindung di balik peraturan.

Menggambar Kebijakan

Menggambar Kebijakan[1]

Bernegara adalah soal menggambar kebijakan. Oleh siapapun, di level manapun, pada seluruh lingkaran penentu yang mendapat mandat dan kuasa. Maka ini bukan soal menteri baru atau wakil menteri baru. Ini tentang skema yang muncul dari semua sumber kebijakan dan bagaimana menyelaraskan antara kebijakan yang satu dengan yang lainnya. Lalu akan seperti apa nasib warga dan masyarakat setelah kebijakan-kebijakan itu.

Maka sebagai warga Negara, dari dulu dan sampai kapanpun, semua sejatinya berpindah dari satu alur kebijakan ke alur lainnya. Tidak peduli siapapun yang berkuasa. Dengan begitu, alangkah keliru bila ada masyarakat yang merasa harus hanyut ke wilayah drama pergantian kekuasaannya. Sebab, pergulatan yang sesungguhnya bagi kita masyarakat adalah pada efek dari semua kebijakan yang lahir dari pusaran-pusaran kekuasaan itu.

Kesungguhan Menghindari Mati

Kesungguhan Menghindari Mati[1]

(Hal-04) Alangkah banyak kecelakaan kita. Di darat, laut dan di udara. Meski mati punya cara dan jadwalnya, sepanjang hidup kita terikat kuat dengan hokum wajib menghindari mati, dengan segala cara. Maka semua kecelakaan yang mematikan selalu layak dievaluasi. Setidaknya terkait seberapa sungguh kita menjauhi mati. Tentu ada pengecualian bagi segelintir orang, seperti anak-anak bau kencur di Cirebon yang sengaja mencari mati di balapan liar.

Bulan lalu di Jawa Timur, tabrakan ekstrim antara bus dan minibus menewaskan seketika 20 orang. Mereka hendak melanjutkan perjuangan hidup nun jauh ke pulau seberang. Tapi di ujung malam, kematian merenggut nyawa mereka dengan sangat mengerikan. Dalam apa yang disebut kecelakaan adu banteng, kedua kendaraan tersebut benar-benar beradu berhadapan.

Sabtu, Desember 10, 2016

Minyak dan Industri Uang


Minyak dan Industri Uang[1]

Kisruh energi tak sekedar minyak. Ini soal ledakan gaya hidup yang hampir seluruh negara di muka bumi yang dengan brutal mengonsumsi energi. Sebab energi menjadi penggerak dan nyawa utama industri-industri raksasa mereka. Tetapi energi, pada saat yang sama adalah industri uang itu sendiri. Maka dunia yang selalu bergolak terkait energi tidak semata pada fungsi vitalnya. Tapi juga transaksi manis diatasnya, sekaligus pada penaklukan atas sumber-sumber eksplorasinya.

Manusia kini menikmati isi perut bumi tidak hanya emasnya. Ada bermacam hasil tambang lain yang melimpah. Jumlah uang dari itu semua sangat fantastis. Yang lebih mengagumkan, industri uang yang melekat pada isi perut bumi, adalah industry dengan bahan baku yang telah disediakan Tuhan dengan gratis. Maka biaya produksi pada industri itu lebih pada pengolahannya dan distribusinya. Karena itu, penguasaan atas lahan yang disediakan Tuhan itu, selalu menggunakan logika lain.

Drama

Drama[1]

Sejak semula hidup memang drama. Dalam maknanya yang nyata, kita tak kekurangan kisah dan cerita. Berjuta cerita memenuhi hari-hari yang pernah datang. Di sana, di sini, di situ dan di mana saja. Bermacam suasana datang dan pergi menghampiri setiap jiwa.

Kita hidup di era industri drama. Begitu banyak realitas yang direkaulang untuk kepentingan panggung. Beragam unsur dan kepentingan tumpah ruah di sana: uang, popularitas, rating, kue iklan, penokohan, adrenalin, tren gaya, citra, pesan titipan, misi tersembunyi, perang media, persaingan akses, dan seterusnya. Maka hidup tidak cukup dipotret sebagai drama nyata apa adanya. Tapi diciptakan dramatisasi yang bahkan dramatis.

Rahasia Itu Beban

Rahasia Itu Beban[1]

Tak mudah memegang rahasia orang. Bisa jadi itu beban. Bukan pada cara dan sarana apa yang bisa kita gunakan untuk menyimpannya. Tapi pada mentalitas dan perangai kita dalam menyikapinya. Sebab dalam kadar tertentu, rahasia-rahasia tentang orang lain yang kita bisa menyuntikkan suasana kompulsif ke dalam perasaan dan pikiran kita. Itu berbahaya. Hanya karena memegang rahasia pihak lain, orang memang bisa berulah: merusak karakter, menebar ancaman kekerasan, hingga melakukan pemerasan.

Kini, di era teknologi yang serba canggih, orang bisa mendapatkan rahasia orang lain bahkan dengan jalan rahasia. Bukan karena orang lain itu membagi rahasianya secara sukarela. Rahasia kini bisa didapat dengan mencuri akun, atau membobol identitas. Ada juga rahasia yang dengan sangat istimewa bisa didapatkan oleh sebagian aparat, seperti mereka yang ditakdirkan duduk di KPK.

Bulan Berkaca

Bulan Berkaca[1]

Ini sangat baik untuk berkaca. Mengenali lebih dekat dan dekat lagi, tentang siapa kita. Hidup dalam segala bentuk perburuan seringkali membuat kita lupa. Alih-alih kita berhasil menaklukkan realitasyang kemudian berbalik memburu kita. Dunia yang kian rata – The World is Flat, kata Friedman misalnya, kini semakin mempersempit batas-batas hirarki. Kecuali bila benar-benar berfungsi. Orang tidak bisa mudah lagi bersembunyi di balik jabatannya, statusnya, pangkatnya, bila secara individu terlalu cacat prilaku. Setiap kali seorang rela menjadi atasan bagi segala jenis bawahan untuk beragam pekerjaan, kini bebannya tidak semata bagaimana memutar roda-roda peran. Tapi juga harus memastikan bahwa dirinya memang punya integritas.

Tanpa integritas, jabatan akan menjadi pembunuh karakter sendiri, lambat atau cepat. Terlebih di zaman baru di mana manusia bumi terkoneksi dari ujung ke ujung. Apa yang ganjil di ujung barat, bisa tersebar dengan cepat hingga ke ujung timur. Apa yang aneh di timur jauh, bisa dengan singkat tersiar sampai ke barat.