Jumat, Desember 30, 2016

Melakukan Yang Lebih Penting

Melakukan Yang Lebih Penting[1]
M Lili Nur Aulia
(Hal-62) “Setiap yang sedang merasakan kelezatan melakukan hal-hal yang sunnah, tapi datang kewajiban melakukan yang wajib, lalu ia tidak memutus kelezatannya dengan yang sunnah, maka di dalam melakukan sunnahnya itu telah tertipu.” (Sulaiman Ad Daraani)

Saudaraku,

Ada salah satu pemahaman yang harus kita ingat dan pegang, yaitu mengutamakan yang paling penting dari yang penting. Memutuskan dan mendahulukan suatu masalah yang paling diperlukan, dari yang sekadar diperlukan. Dalam ungkapan Arab, prinsip ini lebih dikenal dengan istilah fiqh Aulawiyat, pemahaman terhadap hal yang diprioritaskan.
Mari kita bahas tema ini, agak sedikit mendalam saudaraku.

Rabu, Desember 28, 2016

Memberikan Pelayanan ( 12 - 65 Kiat Islam Membangun Relasi)


Diantara sifat yang dimiliki Rasulullah SAW adalah kerelaannya dalam memberikan pelayanan kepada para sahabatnya di berbagai kesempatan.

Sesekali beliau pernah memberikan minuman kepada mereka, sesekali membantu menghilangkan apa yang melukai mereka, sesekali menolong si fulan dan sesekali membawakan barang bawaan si fulan. Apa yang ditauladankan oleh Rasulullah SAW ini tercatat dalam buku-buku sirah nabawiyah. Karenanya kita menemukan bahwa hubungan yang terjadi antara Rasulullah SAW dan para sahabat beliau sangat kuat dan akrab sekali. Hingga wajar jika mereka rela mempertaruhkan apa saja yang mereka miliki, mulai dari yang paling mahal dan yang paling berharga sekalipun. Mereka rela mempertaruhkan bapak dan ibu mereka, mempertaruhkan jiwa dan raga mereka.

Selasa, Desember 27, 2016

Memulai Dalam Perdamaian (11 - 65 Kiat Islam Membangun Relasi)


Islam dengan jargonnya “Rahmatan lil alamin” sangat membenci permusuhan dan memperingatkan para umatnya agar tidak terperosok ke dalamnya, sebab hal itu dapat menimbulkan berbagai macam kerusakan dan menjerumuskan pelakunya ke dalam siksaan. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW berpesan,


”Janganlah kalian saling memutuskan hubungan, dan janganlah kalian saling bermusuhan, dan jangalah kalian saling benci membenci, dan jaganlah kalian saling dengki mendengki, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Senin, Desember 26, 2016

Menutupi Cela Orang Lain (10 - 65 Kiat Islam Membangun Relasi)


Sesungguhnya Allah Ta’ala enggan memberikan kesempurnaan yang mutlak kecuali kepada Dzat-Nya sendiri, dan menetapkan untuk anak adam pasti mempunyai kesalahan,

“Setiap anak Adam pasti mempunyai kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang mau bertaubat.” (HR. Ibnu Majah [4241])

Disebabkan sifatnya yang serba kekurangan, manusia seringkali di gugurkan oleh beberapa kemaksiatan yang diperbuatnya. Dan, di antara sifat manusia yang dimaksud adalah; merasa sedih dan berduka jika mengetahui cela dan kesalahannya diketahui oleh orang lain. Namun ia akan merasa senang jika meyakini bahwa seseorang yang mengetahui cela dan kesalahannya tidak menyebarkannya kepada orang lain. Hingga dari sikap terpuji dan selalu menjaga itu akan terjalin hubungan erat di antara keduanya.

Minggu, Desember 25, 2016

Menjenguk Orang Sakit (9 - 65 Kiat Islam Membangun Relasi)


Moril memang cenderung membuat orang lain kaku untuk bersikap, namun lain halnya jika bantuan moril kita berikan kepada orang sakit agar bisa membangkitkan semangatnya yang sekaligus menjadi barometer perasaan kita dan perasaanya yang sedih, pedih dan terluka, walaupun mendoakannya juga menjadi factor terpenting dalam kesembuhannya, maka ialah yang akan melunakkan kekakuan.

Menjenguk orang yang sedang sakit adalah sikap yang terpuji dan akhlak yang mulia, sebagaimana dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada para umatnya, karena ia dapat mempererat hubungan antara sesama manusia, disamping itu bagi pelakunya dijanjikan pahala kebajikan yang sangat besar.