Sabtu, Juni 17, 2017

Puasa dan Pengendalian Lisan

hasanalbanna.com:
[Hikmah Ramadhan ke-19]

Puasa dan Pengendalian Lisan

Ustadz Rappung Samuddin, Lc MA

Termasuk faidah mulia yang diraih dari ibadah puasa, adalah kesungguhan hamba mengendalikan serta menjaga lisan untuk tidak berkata-kata sesuatu yang dimurkai Allah Ta'ala.

Sungguh, lisan itu ibarat pedang bermata dua. Kadang jika digunakan pelakunya dicela. Dan jika tidak digunakan pelakunya juga rendahkan. Karena itulah, Nabi memberi sebuah batasan; "katakan yang baik, atau diam".

Abu Ali ad-Daqqaq rahimahullah berkata:

"الْمُتَكَلِّمُ بِالْبَاطِلِ شَيْطَانٌ نَاطِقٌ وَالسَّاكِتُ عَنِ الْحَقِّ شَيْطَانٌ أَخْرَسُ".

“Orang yang berbicara dengan kebatilan adalah setan yang berbicara. Sedangkan orang yang diam dari kebenaran adalah setan yang bisu". (Ad- Da' wa Ad-Dawa, Ibnul Qayyim, hlm. 155).

Nah, terkait peran puasa dalam menjaga lisan tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

"لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ".

“Puasa bukan semata menahan makan dan minum. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan jorok. Apabila ada seseorang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya: “Aku sedang puasa, aku sedang puasa.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim, Shahih).

Dalam hadits ini jelas, bahwa puasa itu adalah sebuah proses pengendalian lisan dari perkataan yang tidak berguna. Dan ia merupakan salah satu jaminan bagi hamba untuk masuk ke dalam surga.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

“Barang siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua tulang rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluannya) niscaya aku menjamin surga baginya”. (HR. Bukhari dan At-Tirmidzi).

Terakhir, sebagai tazkirah bagi kita, bahwa lisan yang terlepas tanpa kontrol kebanyakan menjadi sumber musibah. Kadang kata-kata yang munurut kita sepele, ternyata di sisi Allah besar dosanya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

"وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ".

“Sesungguhnya ada seorang hamba benar-benar berbicara dengan satu kalimat yang termasuk kemurkaan Allah, dia tidak menganggapnya penting; dengan sebab satu kalimat itu dia terjungkal di dalam neraka Jahannam”. (HR Bukhari). Wallahu A'lam.

Tidak ada komentar: