Sabtu, Januari 07, 2017

Memberi Pinjaman (14 - 65 Kiat Islam Membangun Relasi)

Memberi Pinjaman

Kondisi kehidupan manusia silih berganti, terkadang senang dan gembira, namun terkadang sedih dan sengsara.berapa banyak orang kaya tiba-tiba jatuh miskin yang bertambah misin dan sengsara.

Kondisi demikian menuntut adanya sikap saling bahu membahu di antara sesame manusia. Teman sejati adalah yang selalu ada saat kita dalam keadaan duka tak berdaya, hingga bantuan dan pertolongan yang diberikan membuat hati mejadi tenang, hingga terbangunlah hubungan erat antar sesamanya.

Jumat, Januari 06, 2017

Gotong Royong (13 - 65 Kiat Islam Membangun Relasi)

Gotong Royong
Tidak ada seorang pun yang sangat cinta kepada kekasihnya melebihi cinta para sahabat kepada Rasulullah SAW. Faktor utamanya adalah karena beliau senantiasa ikut merasakan suka dan duka bersama mereka, tidak segan-segan membantu mereka dan mengulurkan tangan untuk bergotong royong demi kemaslahatan mereka.

Al Barra’ bin Azib RA menceritakan, “Aku pernah melihat Rasulullah SAW ikut mengangkat tanah pada waktu penggalian parit Madinah, (yang dikenal dengan perang Khandaq), sampai-sampai perut beliau yang putih bertabur debu.”
Al Barra’ kemudian melantunkan bait-bait syair beikut,

Kamis, Januari 05, 2017

Kepemimpinan Para Pembelajar - 05 Serial Pembelajaran

Kepemimpinan Para Pembelajar
Umar Bin Khattab termenung lama.  Lama sekali. Apakah ini kebaikan atau musibah ? Begitu ia bertanya pada dirinya sendiri tentang fenomena kemenangan –kemenangan besar yang ia peroleh. Tiba-tiba ia tersadar bahwa eranya terlalu jauh berbeda dengan era kedua pendahulunya: Rasulullah Saw dan Abu Bakar As Siddiq.

Di era Umar teritori Khilafah menjadi lebih dari 18 negara kalau dikonversi dengan era sekarang. Populasi umat Islam juga bertambah begitu pesat. Lahirlah sebuah masyarakat yang mulitikultur yang sangat besar. Lalu ada kemakmuran dan kesejahteraan serta kekayaan yang melimpah ruah. Ini semua belum ada di era Nabi dan Khalifah pertama. Itu meresahkan Umar. Apakah ini kebaikan ? Atau malah musibah ? Kalau ini kebaikan, mengapa ini tidak terjadi pada masa sebelumnya? Kalau ini musibah, Apakah Allah hendak memisahkan aku dari kedua pendahulu?

Rabu, Januari 04, 2017

Peradaban Para Pembelajar - 04 Serial Pembelajaran

Peradaban Para Pembelajar
(Tarbawi Edisi 191 Th.10 Dzulqa’idah 1429 H/ 27 November 2008 M)
Akal-akal besar itu selalu mampu mengunyah semua masalah zamannya. Tak jarang bahkan akal mereka menembus dinding waktu zaman mereka, dan merengkuh semua masalah yang terjadi berpuluh bahkan berates tahun sesudah mereka pergi. Bukan karena ilmu yang dating bagai embun pagi yang diteteskan di atas daun otak mereka maka mereka tahu semuanya. Bukan, mereka mengunyah semua masalah zaman mereka melalui upaya memahami yang tidak pernah berhenti. Maka mereka selalu sanggup merespon semua masalah yang muncul di zaman mereka.

Mereka bukan orang yang tahu segala hal. Tapi mereka adalah pembelajar yang konstan yang selamanya dipicu oleh rasa ingin tahu yang tak habis-habis. Maka realitas menyediakan tantangan. Dan mereka memberikan solusi. Qur’an dan hadist sebagai sumber utama Islam dijaga Allah sepanjang zaman melalui akal-akal besar itu. Al Qur’an dikumpulkan di zaman Abu bakar lalu ditulis secara formal di zaman Utsman dan dijadikan sebagai standar bacaan  serta digandakan dalam lima mushaf. Ini yang kemudian dikenal sebagai mushaf utsmani. Dengan begitu kemurnian Al Qur’an terjaga dari semua bentuk penyimpangan sepanjang masa. Selamanya.

Selasa, Januari 03, 2017

Awalnya Pembelajaran, Ujungnya Kesempurnaan - 03 Serial Pembelajaran

Awalnya Pembelajaran, Ujungnya Kesempurnaan

Lelaki buta huruf itu tiba-tiba disuruh membaca. Bukan. Bukan disuruh. Tepatnya dipaksa. Sampai tiga kali. Dan pecahlah peristiwa itu salam sejarah manusia; lelaki buta huruf itu lantas diangkat menjadi nabi, bahkan penutup mata rantai kenabian hingga akhir zaman.


Begitulah perintah membaca mengawali pengangkatan Muhammad menjadi Nabi. Kelak, setelah menunaikan tugas kenabian itu selama 23 tahun, atau tepatnya 22 tahun 2 bulan 22 hari, Allah swt menutup perjuangan beliau dengan satu ayat tentang kesempurnaan:”Hari ini telah kusempurnakan bagimu agamamu, dan Ku sempurnakan pula nikmat Ku untuk mu dan aku ridho Islam sebagai agamamu.”

Senin, Januari 02, 2017

Mendaki Sejarah - 02 Serial Pembelajaran

Mendaki Sejarah

Di alam batin para pahlwan, pencinta dan pembelajar sejati, hidup selalu dimaknai dengan pendakian sejarah. Kita akan sampai ke puncak kalau kita selamanya mempunyai energi dan rute pendakian yang jelas. Pendakian kita akan terhenti begitu kita kehabisan nafas dan kehilangan arah. Energi dan rute, nafas dan arah, adalah kekuatan fundamental yang selamanya membuat kita terus mendaki, selamanya membuat hidup terus bertumbuh.


Semakin tinggi gunung yang kita daki, semakin panjang nafas yang kita butuhkan. Begitu kita kehabisan oksigen, kita mati. Semakin kita berada di ketinggian semakin kita kekurangan oksigen. Itu sebabnya kita harus merawat dan mempertahankan semangat kepahlawanan kita. Karena dari sanalah kita mendapatkan nafas untuk terus mendaki.

Minggu, Januari 01, 2017

Pahlawan, Pecinta dan Pembelajar - 01 Serial Pembelajaran

Pahlawan, Pecinta dan Pembelajar

Semangat kepahlawanan dan kekuatan cinta adalah sumber energi yang menggerakkan segenap raga kita untuk menciptakan taman kehidupan yang indah bagi diri kita dan orang lain. Tapi pembelajaran menuntun kita untuk berjalan dengan cara yang benar pada peta jalan yang tepat menuju ke sana.


Semangat kepahlawanan dan kekuatan cinta adalah sumber energi yang mendorong kita untuk terus-menerus memberi, untuk berkontribusi tanpa henti dalam menciptakan taman kehidupan yang indah itu. Tapi pembelajaran menuntun kita untuk mengembangkan kapasitas diri kita, juga tanpa henti, agar semangat memberi berbanding lurus dengan kemampuan kita untuk memberi. Sebab mereka yang tidak punya apa-apa kata pepatah Arab, takkan bisa memberi apa-apa.