Sabtu, Februari 25, 2017

Kebaikan Menghapus Dosa-Dosa - 06 Akhlak Bermasyarakat

Kebaikan Menghapus Dosa-Dosa
Hidup ini akan terlihat indah, bunganya mekar merekah, dengan kesucian dan kebersihan yang menjadi dasar ibadah yang diwajibkan dalam Islam.  Peran manusia dalam kehidupan ini akan terlihat jelas dalam bentuk penghambaan yang tulus hanya kepada Allah SWT dengan melaksanakan ibadah wajib, seperti shalat, puasa, haji, zakat, zikir, dan syuukur nikmat. Nilai seseorang tergantung pada kebajikan dan kebaikan yang diberikan kepada orang lain, seperti membantu memenuhi kebutuhannya. Semua itu ada pahalanya. Begitu pula ciri negeri Islamakan dikenal lewat syiarnya, seperti azan, iqomah, shalat Jum’at, shalat berjama’ah, membangun menara yang tinggi, masjid jami’, atau musala-musala kecil di kampung-kampung dan sebagainya. Semua itu demi menampilkan nilai-nilai dan kedudukan Islam yang sangat tinggi, serta menjelaskan risalahnya dalam kehidupan ini.

Allah SWT berfirman,
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, Ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri (QS. An-Nisa’ [4]:36)

Jumat, Februari 24, 2017

Berbuat Baik Bukan Hanya kepada Sesama Manusia - 05 Akhlak Bermasyarakat

Berbuat Baik Bukan Hanya kepada Sesama Manusia    
Islam menggabungkan dasar-dasar akidah yang benar dengan ibadah, akhlak, serta moralitas sosial dan individu. Tujuannya, menempa jiwa manusia, membangun individu, sekaligus meluruskan masyarakat. Sinergi dan integrasi ini merupakan langkah pendidikan yang tinggi. Sebab, jiwa manusia perlu dilatih dan dibekali dengan berbagai macam spirit, stimulan dan rem. Salah satu spirit yang paling penting adalah keteguhan iman kepada Allah SWT dan tidak menyekutukannya. Salah satu moralitas individu adalah gaya hidup. Ia termasuk bagian iman. Adapun salah satu moralitas sosial adalah menjaga lingkungan, kebersihan dan menyingkirkan sesuatu yang membahayakan dari jalan agar tidak ada orang yang tersandung atau celaka dan tersakiti karenanya.

Allah SWT berfirman,
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar (QS. Al Nisa’ [4]: 114)

Allah SWT berfirman,
“Dan pakaian takwa itulah pakaian yang baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat (QS. Al A’raf [7]: 26)

Kamis, Februari 23, 2017

Tersenyum Juga Kebaikan - 04 Akhlak Bermasyarakat

Tersenyum Juga Kebaikan   
Di antara anugerah dan rahmat Allah SWT, dia menciptakan ragam cara melakukan kebaikan, semuanya disesuaikan dengan keadaan masing-masing orang. Orang kaya yang pandai bersyukur mendermakan hartanya di berbagai kebaikan, seperti membantu orang yang sengsara atau membutuhkan, menolong janda atau orang miskin, membantu orang sakit atau orang lemah, menyelamatkan keluarga dari kemiskinan, atau mengawinkan pemuda yang ingin menjaga kesuciannya.

Orang miskin juga berhak mendapatkan kemuliaan dan pahala yang setimpal dengan orang kaya. Cara yang ia tempuh antara lain: bertasbih, bertahmid dan bertakbir kepada Allah SWT, serta shalat berjamaah. Kalangan menengah bisa menggabungkan keduanya. Caranya, bisa dengan bersikap baik terhadap orang lain, memasang wajah ceria ketika berjumpa sesame, membantu keperluan mereka, bertutur kata yang baik, tidak menyakiti seseorang atau kelompok, berkarya, menyuruh kebaikan atau mencegah kemungkaran. Semua ini termasuk jenis kebaikan.

Rabu, Februari 22, 2017

Lakukan Kebaikan Sekecil Apa Pun - 03 Akhlak Bermasyarakat

Lakukan Kebaikan Sekecil Apa Pun  

Islam mengajarkan kita semua agar menjadi orang-orang baik di dunia dan akhirat. Islam menjelaskan kepada kita tanda-tanda kebaikan, rambu-rambu kebajikan, dan dasar-dasar amal saleh yang bisa menyelamatkan kita di sisi Allah SWT. Peringkat amal saleh tertinggi: keimanan yang benar terhadap eksistensi Allah SWT dan mengesankan-Nya. Sementara itu, peringkat paling terendah adalah menyingkirkan sesuatu yang berbahaya dari jalan. Allah SWT tidak menyia-nyiakan kebaikan sekecil apa pun, baik berupa bimbingan, pembinaan, perbuatan, pengarahan, nasihat, kasih sayang, petunjuk, ungkapan, maupun satu kalimat yang baik.

Aturan kebaikan sangat jelas dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman,
“Dan Apa saja kebajikan yang kamu buat maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya (QS. Al Baqarah [2]: 215)

Allah SWT berfirman,
“Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya.” (QS. Al Baqarah [2]: 197)

Allah SWT berfirman,
“Barangsiapa mengerjakan amal saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri (QS. Al Jatsiyah [45]: 15)

Selasa, Februari 21, 2017

Balasan Kejujuran - 02 Akhlak Bermasyarakat

Balasan Kejujuran
JUJUR  dalam kata dan perbuatan adalah modal yang paling kuat bagi individu maupun masyarakat, juga sikap yang paling tegar dalam memobilisasi, membangun kekuatan, memajukan umat, dan melestarikan garis-garis peradabannya. Ajaran Rasulullah SAW menekankan hal ini, karena selain mengandung keistimewaan, juga mendatangkan balasan bagi laki-laki dan wanita yang jujur berupa surge yang penuh keabadian, pengampunan dan pahala yang berlipat di sisi Allah SWT. Dia tidak akan menyia-nyiakan kebaikan, meskipun seberat atom, baik di dunia maupun di akhirat.

Salah satu fakta kita lihat di tengah masyarakat perkotaan yang jujur bekerja, tepat waktu, dan jujur melaksanakan akad kontrak, orang lain merasa nyaman bertransaksi dengan mereka. Pertama jelas mereka mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri, kemudian bagi masyarakatnya. Dakwah Nabi Muhammad SAW di dunia ini tidak akan berhasil tanpa kejujuran, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Allah SWT berfirman,

“Tetapi jika mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka (QS. Muhammad [47]: 21).

Senin, Februari 20, 2017

Kita Butuh Payung Dakwah

Kita Butuh Payung Dakwah [1]

Partai Keadilan Sejahtera memang fenomenal. Meski digebuk habis-habisan dan diprediksi banyak kalangan pengamat dan lembaga survey bakal terlempar dari panggung politik alias tidak lolos Parliamentary threshold, tapi nyatanya PKS tetap bertahan. Posisi ini menunjukkan PKS sebagai partai kader tetap solid.

Pada pemilu pilpres kali ini PKS memutuskan mendukung pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa. Untuk mengetahui lebih dalam alas an PKS mendukung Prabowo-Hatta, wartawan sabiliku Eman Mulyatman mewawancarai langsung KH Hilmi Aminuddin di kediamannya di Lembang Bandung Jawa Barat. Berikut Petikannya:

Dengan 8,4 juta raihan suara PKS dalam pemilu legislative kemarin apa pendapat ustadz?

Hampir setahun setengah PKS dipukuli habis di media. Tapi kalau saya sih melihatnya angka 8,4 juta itu anugerah dari sisi Allah. Karena untuk mencari dana saja kita kesulitan. Jadi pemilu ini benar-benar hasil kerja ikhwan dan akhwat dengan biaya dari kantong sendiri. Kita tidak bisa membiayai. Saya cari dana untuk saksi saja tidak dapat. Dapat uang kecil-kecilan untuk bantu biaya operasional itupun tidak seberapa. Jika kita perlu berusaha supaya prabowo menang sebagai mizhollah (payung politik). Sebenarnya ikhwah itu punya semangat oposisi. Terus saya bilang dengan ukuran kita yang menengah mini ini nggak efektif jadi oposisi. Makanya kita harus bergabung. Kalaupun kalah format oposisi kita jadi besar. Apalagi ada peluang untuk menang.  

Minggu, Februari 19, 2017

Jujur - 01 Akhlak Bermasyarakat

Jujur
Kejujuran adalah kesesuian dengan realita. Kejujuran termasuk ciri-ciri orang yang beriman, juga komponen keyakinan, ibadah, amal perbuatan, akhlak dan perilaku. Suatu keyakinan atau iman tidak akan tegak tanpa kejujuran. Suatu ibadah tidak akan diterima tanpa kejujuran. Dalam bingkai akhlak, moral, dan perilaku, kejujuran menempati tingkatan paling tinggi, bagaikan mahkota. Kejujuran adalah bukti adanya kekuatan kehendak dan kepribadian yang tegar, sedangkan dusta tidak akan bersanding dengan keimanan. Bahkan, menjadi salah satu sifat munafik yang menandakan kelemahan, kecemasan, dan ketakutan, tidak bersikap dewasa dan bimbang. Sebab itu, Allah SWT memerintahkan kita jujur dan akan memberikan ganjaran pahala. Sebaliknya, Dia melarang kita berdusta dan akan memberikan hukuman. Allah SWT berfirman,

“Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (QS. Al Taubah[9]: 119)

Sifat -sifat orang mukmin Allah SWT gambarkan dalam ayat,

“Laki-laki dan perempuan yang benar (QS. Al Ahzab [33]: 35)

Allah SWT juga mengingatkan kita agar tidak berdusta dan menjadi pendusta. Dia berfirman,

“Sesungguhhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung (QS. Yunus [10]: 69)