Senin, Maret 06, 2017

Memenuhi Kebutuhan Orang Lain - 015 Akhlak Bermasyarakat

Memenuhi Kebutuhan Orang Lain 
(Hal-43) Salah satu karakteristik yang paling menonjol dalam masyarakat Islam adalah bekerjasama dalam kebaikan dan kebajikan. Sebab itu, siapa saja yang memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah SWT akan memenuhi kebutuhannya. Siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim maka Allah SWT akan menutupi aibnya di dunia maupun di akhirat. Siapa saja yang memberikan bantuan atau pelayanan kepada orang lain, berarti ia benar-benar layak disebut orang yang penuh kasih sayang dan memiliki rasa persaudaraan yang tinggi yang dapat menyatukan umat manusia dan menebarkan kasih sayang, cinta dan perlakuan baik serta akhlak terpuji.

Akhlak terpuji merupakan salah satu sifat luhur dalam Islam, salah satu etika yang mencakup semua etika manusia. Karena itu, setiap orang harus berpegang teguh padak akhlak ini, mengarahkan dan melatih diri untuk berbuat baik dan melayani kepentingan orang lain, selama masih terjangkau dan mudah dilakukan. Sebab itu, setiap sesuatu perlu dizakati, seperti : zakat dengan penyebaran ilmu, zakat jabatan dan kedudukan seperti zakat harta, dan zakat kesehatan agar senantiasa sehat. Perbuatan baik tidak akan pernah dilupakan sepanjang masa. Perbuatan baik akan membentengi keburukan.

Minggu, Maret 05, 2017

Membeberkan Kesalahan Tanpa Tujuan Yang Dibenarkan - 014 Akhlak Bermasyarakat

Membeberkan Kesalahan Tanpa Tujuan Yang Dibenarkan
Manusia terkadang melakukan kesalahan, kekhilafan, penyimpangan dan kelalaian yang tak disengaja. Oleh karena itu, orang tidak dibenarkan mencela dan membeberkan kesalahan-kesalahan tersebut hingga menjatuhkan martabat yang bersangkutan. Etika yang baik adalah justru menyembunyikannya. Jika seseorang melakukan kesalahan, tidaklah pantas ia membicarakan dan membeberkan kelakuannya di malam hari secara diam-diam. Sebaliknya ia harus bersyukr kepada Allah SWT yang menutupi kesalahannya dan tidak diperlihatkan. Di samping itu, seseorang juga tidak boleh mencaci orang yang divonis berbuat salah, atau memberondongnya dengan segudang cacian, makian dan umpatan. Atau mengucapkan,”Semoga Allah memusnahkanmu.” Semua kesalahan ini mendatangkan siksa atau hukuman bukan pada tempatnya.

Oleh karena itu, Allah SWT memperingatkan orang-orang yang suka menebar rumor atau kata-kata kotor terhadap pelaku kesalahan dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan akhirat (QS. Al Nur [24]: 19)

Dengan kata lain, orang yang membeberkan perbuatan buruk tanpa keperluan, ia pantas mendapatkan siksaan yang pedih dan menyakitkan di dunia dan akhirat. Larangan membeberkan berita buruk dan propaganda jahat yang tidak berguna ini sangat jelas.