Sabtu, Oktober 10, 2015

Agar Biaya Pendidikan Anak Terjamin




Agar Biaya Pendidikan Anak Terjamin 
Mike Rini & Associates financial counselling & education [1]

Assalamu ‘alaikum wr wb,
Kami keluarga kecil dengan satu anak yang saat ini masih berusia 10 tahun. Saya bekerja sebagai karyawan dengan gaji Rp 4,4 juta dan istri saya tidak bekerja. Setelah dikurangi berbagai kewajiban (cicilan rumah, sepeda motor, dan pinjaman koperasi), uang yang tersisa tinggal Rp 2,2 juta. Saya ingin memastikan biaya pendidikan untuk anak saya di masa mendatang aman. Bagaimanakah caranya?
Wassalam,
Atmanto, Jakarta

Setiap orang tua pasti setuju bahwa pendidikan mempunyai peranan besar terhadap masa depan anaknya. Sehingga demi mendapatkan pendidikan yang
terbaik, maka menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang pendidikan yang paling tinggi adalah salah satu cara agar si anak mampu mandiri secara finansial nantinya. Namun mahalnya biaya pendidikan saat ini ditambah lagi dengan naiknya biaya pendidikan dari tahun ketahun seringkali membuat orang tua tidak mampu menyediakan dana pendidikan tersebut pada saat dibutuhkan.

Kamis, Oktober 08, 2015

Bagaimana Sih Biar Bisa Menabung?





Bagaimana Sih Biar Bisa Menabung?[1]
Assalamualaikum,
Kami pasangan suami isteri dengan dua orang anak. Isteri saya bekerja di sebuah perusahaan swasta. Sedangkan saya pegawai negeri sipil di sebuah instansi pemerintah. Penghasilan kami masing-masing tidak terlalu besar perbedaannya. Dari penghasilan kami berdua setelah dikurangi biaya-biaya hidup,hanya kadang-kadang saja kami bisa menabung Rp 2-3 juta. Seringnya tidak bisa menabung sama sekali.Bagaimana agar bisa menabung setiap bulan? Kami juga ingin belajar berinvestasi. Apa saja pilihan investasi bagi pemula? Bagaimana pola pengaturannya, mengingat ke depan banyak rencana yang telahkami angankan. Terima kasih sebelumnya.
Wassalam,
Ahmad Subandi
Jakarta

Rabu, Oktober 07, 2015

Bisnis Dan Keuangan Syariah Berangkat Dari Manusianya





Apa sebetulnya rencana Allah untuk kita? Apa peran dan fungsi manusia hidup di dunia ini? Apakah hanya sekedar hidup dari dari lahir tumbuh kemudian belajar, bekerja atau berbisnis, mencari nafkah, berkeluarga, kemudian pension menjadi tua renta dan meninggalkan dunia ini?
Allah SWT menciptakan alam semesta ini makhluk-Nya dan menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi tentu memiliki rencana dan maksud yang intinya adalah untuk memimpin dan memelihara seisi bumi ini. Untuk itu Allah telah menyediakan serta memudahkan apa yang ada di langit dan di bumi untuk memenuhi segala kebutuhan manusia. Ini semua adalah karunia atau rizki yang harus disyukuri dan dipertanggungjawabkan disamping sebagai ujian bagi manusia dalam menjalankan amanah sebagai khalifah. Dan yang perlu diingat adalah apa dianugerahkan kepada kepada kita ini pada hakekatnya adalah milik Allah, karena akan kita tinggalkan pada saat kita dipanggil oleh yang maha kuasa untuk menuju kehidupan di akhirat kelak dimana kita selalu berdoa untuk bisa selamat, bahagia dan sejahtera. Bisakah? Wallahu’alam

Selasa, Oktober 06, 2015

005 Pemuda Harus Menjadi Generasi yang Bekerja, Aktif Berdakwah dan Berjihad




Islam memandang posisi pemuda di masyarakat bukan menjadi kelompok pengekor yang sekadar berfoya-foya, membuang-buang waktu dengan aktivitas-aktivitas yang bersifat hura-hura, dan tidak ada manfaatnya. Melainkan, Islam menaruh harapan yang besar kepada para pemuda untuk menjadi peloor dan motor penggerak dakwah Islam. Pemuda adalah kelompok masyarakat yang memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya, diantaranya mereka relatif masih bersih dari pencemaran (akidah maupun pemikiran), mereka memiliki semangat yang kuat dan kemampuan mobilitas yang tinggi.

Senin, Oktober 05, 2015

004 Pemuda Ruh Baru Sebuah Ummat




Persaudaraan kita menembus batas teritorial, batas suku dan batas lainnya yang telah dibuat oleh manusia.Sebagaimana seorang sahabat yang mulia berkata,”Jika mereka menanyakan siapakah bapak dan Ibuku, maka Bapak dan Ibuku adalah Islam.”  As-syahid Sayyid Quthb juga menyatakan dalam bukunya Ma’alim fitthariq yaitu, “Jinsiyatul muslimin Aqidatuh (kewarganegaraan seorang muslim adalah aqidahnya).”  Maka tidak ada lagi batas-batas yang dibuat manusia yang dapat memisahkan persaudaraan kita. Mereka tidak akan dapat memisahkan ikatan hati kita, karena hati kita diikat oleh ikatan yang paling kuat yaitu ikatan aqidah. Saudara yang lebih erat ikatannya dari pada saudara sedarah. Yaitu ikatan saudara dalam keimanan. Ikatan ini hanya akan putus saat kita sudah berbeda keyakinan. 

Minggu, Oktober 04, 2015

003 Pemuda Sebagai Generasi Harapan Islam





Islam adalah agama yang sangat memperhatikan dan memuliakan para pemuda. Al Quran menceritakan tentang potret pemuda ashaabul kahfi sebagai kelompok pemuda yang beriman kepada Allah Swt. dan meninggalkan mayoritas kaumnya yang menyimpang dari agama Allah Swt.. Akibatnya, Allah Swt. menyelamatkan para pemuda tersebut dengan menidurkan mereka selama 309 tahun. (Q.S. Al Kahf)

            Kisah pemuda ashaabul ukhdud dalam Al Quran pun menceritakan tentang pemuda yang tegar keimanannya kepada Allah Swt. sehingga banyak masyarakatnya yang beriman dan membuat murka penguasa. Akibatnya, ratusan orang dibinasakan dengan diceburkan ke dalam parit berisi api yang bergejolak. Dan masih banyak lagi contoh-contoh kisah para pemuda lainnya, diantaranya bahwa mayoritas dari assabiqunal awwalun (orang-orang yang pertama kali beriman kepada Rasulullah saw.) adalah para pemuda (Abu Bakar ra. masuk Islam pada usia 32 tahun, Umar ra. 35 tahun, Ali ra. 9 tahun, Utsman ra. 30 tahun, dan seterusnya).