Rabu, Oktober 14, 2015

Mengenali Riba Dalam Transaksi




Mengenali Riba Dalam Transaksi

Mengapa riba dilarang? “Pertanyaan seperti itu hampir tiap kali saya terima dari audience,”kata Aidil Akbar Madjid, ketua Indonesian Association of Registered Financial Consultant (IARFC) kepada Sharing.

Aidil yang telah membuka divisi perencanaan keuangan syariah di biro perencana keuangannya sejak 2002 melihat, sosialisasi soal riba masih kurang di Indonesia. Hingga, ketika mengisi seminar atau workshop tentang perencanaan keuangan syariah, Aidil mengaku masih sering ditanya pertanyaan di atas.  Apa jawaban Anda? Tanya Sharing kepada  Aidil. Aidil menjawab dengan ilustrasi. Hal yang sama ia lakukan kepada audiensnya  yang menanyakan mengapa riba dilarang?

Senin, Oktober 12, 2015

Membaca Cerita Dari Laporan Keuangan




Membaca Cerita Dari Laporan Keuangan

Investor yang baik tidak sekadar mengandalkan instingnya, juga analisa. Membaca laporan-laporan keuangan perusahaan go public diperlukan untuk mampu menganalisa secara lebih tepat. Sayangnya, tidak semua investor yang dapat membaca laporan keuangan. Nah, berikut ini adalah sedikit pengetahuan untuk membaca laporan keuangan sebuah perusahaan yang dikompilasi Sharing dari berbagai sumber.

Bukalah sebuah laporan keuangan yang dipublikasikan di media cetak, prospectus atau annual report,isinya angka-angka semua. Apa di balik angka? Apakah ia mampu menceritakan kondisi perusahaan yang sebenarnya?

Pada dasarnya laporan keuangan disusun sistematis. Yang terpenting adalah dua elemen utama yaitu neraca dan Laporan Laba Rugi. Melengkapinya biasanya adalah Laporan Arus Kas.

Sabtu, Oktober 10, 2015

Agar Biaya Pendidikan Anak Terjamin




Agar Biaya Pendidikan Anak Terjamin 
Mike Rini & Associates financial counselling & education [1]

Assalamu ‘alaikum wr wb,
Kami keluarga kecil dengan satu anak yang saat ini masih berusia 10 tahun. Saya bekerja sebagai karyawan dengan gaji Rp 4,4 juta dan istri saya tidak bekerja. Setelah dikurangi berbagai kewajiban (cicilan rumah, sepeda motor, dan pinjaman koperasi), uang yang tersisa tinggal Rp 2,2 juta. Saya ingin memastikan biaya pendidikan untuk anak saya di masa mendatang aman. Bagaimanakah caranya?
Wassalam,
Atmanto, Jakarta

Setiap orang tua pasti setuju bahwa pendidikan mempunyai peranan besar terhadap masa depan anaknya. Sehingga demi mendapatkan pendidikan yang
terbaik, maka menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang pendidikan yang paling tinggi adalah salah satu cara agar si anak mampu mandiri secara finansial nantinya. Namun mahalnya biaya pendidikan saat ini ditambah lagi dengan naiknya biaya pendidikan dari tahun ketahun seringkali membuat orang tua tidak mampu menyediakan dana pendidikan tersebut pada saat dibutuhkan.

Kamis, Oktober 08, 2015

Bagaimana Sih Biar Bisa Menabung?





Bagaimana Sih Biar Bisa Menabung?[1]
Assalamualaikum,
Kami pasangan suami isteri dengan dua orang anak. Isteri saya bekerja di sebuah perusahaan swasta. Sedangkan saya pegawai negeri sipil di sebuah instansi pemerintah. Penghasilan kami masing-masing tidak terlalu besar perbedaannya. Dari penghasilan kami berdua setelah dikurangi biaya-biaya hidup,hanya kadang-kadang saja kami bisa menabung Rp 2-3 juta. Seringnya tidak bisa menabung sama sekali.Bagaimana agar bisa menabung setiap bulan? Kami juga ingin belajar berinvestasi. Apa saja pilihan investasi bagi pemula? Bagaimana pola pengaturannya, mengingat ke depan banyak rencana yang telahkami angankan. Terima kasih sebelumnya.
Wassalam,
Ahmad Subandi
Jakarta

Rabu, Oktober 07, 2015

Bisnis Dan Keuangan Syariah Berangkat Dari Manusianya





Apa sebetulnya rencana Allah untuk kita? Apa peran dan fungsi manusia hidup di dunia ini? Apakah hanya sekedar hidup dari dari lahir tumbuh kemudian belajar, bekerja atau berbisnis, mencari nafkah, berkeluarga, kemudian pension menjadi tua renta dan meninggalkan dunia ini?
Allah SWT menciptakan alam semesta ini makhluk-Nya dan menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi tentu memiliki rencana dan maksud yang intinya adalah untuk memimpin dan memelihara seisi bumi ini. Untuk itu Allah telah menyediakan serta memudahkan apa yang ada di langit dan di bumi untuk memenuhi segala kebutuhan manusia. Ini semua adalah karunia atau rizki yang harus disyukuri dan dipertanggungjawabkan disamping sebagai ujian bagi manusia dalam menjalankan amanah sebagai khalifah. Dan yang perlu diingat adalah apa dianugerahkan kepada kepada kita ini pada hakekatnya adalah milik Allah, karena akan kita tinggalkan pada saat kita dipanggil oleh yang maha kuasa untuk menuju kehidupan di akhirat kelak dimana kita selalu berdoa untuk bisa selamat, bahagia dan sejahtera. Bisakah? Wallahu’alam

Selasa, Oktober 06, 2015

005 Pemuda Harus Menjadi Generasi yang Bekerja, Aktif Berdakwah dan Berjihad




Islam memandang posisi pemuda di masyarakat bukan menjadi kelompok pengekor yang sekadar berfoya-foya, membuang-buang waktu dengan aktivitas-aktivitas yang bersifat hura-hura, dan tidak ada manfaatnya. Melainkan, Islam menaruh harapan yang besar kepada para pemuda untuk menjadi peloor dan motor penggerak dakwah Islam. Pemuda adalah kelompok masyarakat yang memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya, diantaranya mereka relatif masih bersih dari pencemaran (akidah maupun pemikiran), mereka memiliki semangat yang kuat dan kemampuan mobilitas yang tinggi.

Senin, Oktober 05, 2015

004 Pemuda Ruh Baru Sebuah Ummat




Persaudaraan kita menembus batas teritorial, batas suku dan batas lainnya yang telah dibuat oleh manusia.Sebagaimana seorang sahabat yang mulia berkata,”Jika mereka menanyakan siapakah bapak dan Ibuku, maka Bapak dan Ibuku adalah Islam.”  As-syahid Sayyid Quthb juga menyatakan dalam bukunya Ma’alim fitthariq yaitu, “Jinsiyatul muslimin Aqidatuh (kewarganegaraan seorang muslim adalah aqidahnya).”  Maka tidak ada lagi batas-batas yang dibuat manusia yang dapat memisahkan persaudaraan kita. Mereka tidak akan dapat memisahkan ikatan hati kita, karena hati kita diikat oleh ikatan yang paling kuat yaitu ikatan aqidah. Saudara yang lebih erat ikatannya dari pada saudara sedarah. Yaitu ikatan saudara dalam keimanan. Ikatan ini hanya akan putus saat kita sudah berbeda keyakinan. 

Minggu, Oktober 04, 2015

003 Pemuda Sebagai Generasi Harapan Islam





Islam adalah agama yang sangat memperhatikan dan memuliakan para pemuda. Al Quran menceritakan tentang potret pemuda ashaabul kahfi sebagai kelompok pemuda yang beriman kepada Allah Swt. dan meninggalkan mayoritas kaumnya yang menyimpang dari agama Allah Swt.. Akibatnya, Allah Swt. menyelamatkan para pemuda tersebut dengan menidurkan mereka selama 309 tahun. (Q.S. Al Kahf)

            Kisah pemuda ashaabul ukhdud dalam Al Quran pun menceritakan tentang pemuda yang tegar keimanannya kepada Allah Swt. sehingga banyak masyarakatnya yang beriman dan membuat murka penguasa. Akibatnya, ratusan orang dibinasakan dengan diceburkan ke dalam parit berisi api yang bergejolak. Dan masih banyak lagi contoh-contoh kisah para pemuda lainnya, diantaranya bahwa mayoritas dari assabiqunal awwalun (orang-orang yang pertama kali beriman kepada Rasulullah saw.) adalah para pemuda (Abu Bakar ra. masuk Islam pada usia 32 tahun, Umar ra. 35 tahun, Ali ra. 9 tahun, Utsman ra. 30 tahun, dan seterusnya).

Sabtu, Oktober 03, 2015

002 Pemuda Sebagai Generasi yang Memahami Kondisi Realitas Umat





Jika kita menyaksikan kondisi mayoritas umat Islam saat ini, maka terlihat bahwa sebagian besar umat berada pada keadaan yang sangat memprihatinkan. Mereka bagaikan buih terbawa banjir, tidak memiliki bobot dan tidak memiliki nilai. Jika dilakukan analisis secara mendalam dari sudut pandang agama, maka akan terlihat bahwa realitas umat yang demikian disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

·        Penyakit umat Islam saat ini (Di Indonesia maupun di berbagai Negara Islam) berpangkal pada sikap Infiradiyyah (individualisme). Maksudnya, bahwa mayoritas umat Islam saat ini bekerja sendiri-sendiri dan sibuk dengan masalahnya tanpa berusaha menggalang persatuan dan membuat suatu bargaining position demi kepentingan umat. Para ulama dan mubalig sibuk bertabligh. Para pengusaha Muslim sibuk dengan usahanya. Para pejabat sibuk mempertahankan jabatannya. Tidak ada koordinasi dan spesialisasi bekerja sesuai dengan bidangnya, kemudian hasilnya dimusyawarahkan untuk kepentingan bersama. Demikian pula di tingkat ormas dan orpol, masing-masing bekerja sendiri, tidak ada kerja sama satu dengan lainnya. Hal inilah yang menyebabkan jurang pemisah antara masing-masing kelompok semakin besar.

Jumat, Oktober 02, 2015

001 Menanti Berkah Pemuda





Asy-Syabab, atau masa muda, sebagaimana ungkapan Syaikh 'Atiyah Muhammad Salim diambil dari kata syabba-yasyubbu, artinya adalah tinggi. Kata ini bisa juga dipakai untuk mensifati api. Contohnya adalah: Syabbat an-naar, yang maknanya adalah api yang menjilat-jilat tinggi. Sehingga kata asy-syabab bisa diartikan sebagai kekuatan besar, menggelora, membara yang mengalir deras. (Syaikh 'Atiyah Muhammad Salim, Syarah Bulughul Maram)

                Kaitannya dengan hal ini, maka ada yang menyatakan bahwasanya masa muda adalah separoh gila atau bagian dari gila. Ini adalah sebuah ungkapan yang sangat unik. Dikatakan begitu karena gelora masa muda itu terkadang bisa menghilangkan akal sehat sehingga tidak bisa berpikir rasional. Hal itu disebabkan oleh kecenderungan yang lebih terhadap keinginan diri serta didukung oleh keberanian mengambil suatu langkah tanpa memikirkan apa akibat yang akan terjadi nantinya. (Muhammad bin Yusuf asy-Syami, Subulul Huda war Rosyad, fi Siroti Khoiril 'Ibad)

Kamis, Oktober 01, 2015

FILANTROPI DALAM MASYARAKAT ISLAM 012



Bagaimana Mendayagunakan Filantropi Islam bagi Keadilan Sosial?
Guna meningkatkan peran filantropi Islam bagi promosi prakarsa keadilan sosial, kesadaran masyarakat Islam untuk menyalurkan ZIS dan wakafnya ke lembaga-lembaga filantropi Islam yang terpercaya harus ditingkatkan. Sebab, lembaga-lembaga filantropi Islam modern telah terbukti berhasil mendayagunakan dana-dana filantropi yang dihimpunnya untuk tujuan pelayanan sosial yang berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat tidak mampu.

Rabu, September 30, 2015

FILANTROPI DALAM MASYARAKAT ISLAM 011



Mengapa Nazhir harus Orang yang Cakap?
Hasil riset CSRC UIN Jakarta menyimpulkan, masalah utama yang dihadapi oleh dunia perwakafan di Indonesia terletak pada rendahnya mutu pengelolaan wakaf. Dan itu berkorelasi dengan rendahnya mutu nazhir. Ini merupakan tantangan besar karena selama ini kualitas nazhir nyaris tidak pernah dipikirkan. Akibatnya, asset wakaf yang bernilai Rp 590 triliun itu belum mampu menjalankan fungsinya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan mendukung terciptanya keadilan social. Hal ini terbukti hanya sedikit hasil wakaf yang dimanfaatkan untuk santunan dan pelayanan masyarakat miskin, dan nyaris tidak ada untuk tujuan pemberdayaan masyarakat dan advokasi kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil dan marginal. Tujuan pembinaan nazhir bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta yang memiliki dedikasi di bidang filantropi, seperti Departemen Agama, Badan Wakaf Indonesia, dan lain-lain.

Selasa, September 29, 2015

FILANTROPI DALAM MASYARAKAT ISLAM 010



Sejak Kapan Ada Wakaf Uang?
Sejak abad ke-2 Hijrah wakaf uang dikenal oleh masyarakat Islam. Seorang ulama perintis penyusunan hadis (tadwin al-Hadist), Imam az-Zuhri (wafat 124 H) mengeluarkan fatwa agar umat Islam mewakafkan mata uang dinar dan dirham. Mata uang tersebut dijadikan modal usaha dan laba dari usaha tersebut nantinya disalurkan sebagai wakaf untuk membiayai pembangunan sarana dakwah, lembaga pendidikan dan fasilitas sosial.

Senin, September 28, 2015

FILANTROPI DALAM MASYARAKAT ISLAM 009



Bagaimana Memanfaatkan Harta Wakaf?
Wakaf digunakan untuk kepentingan umat. Yang dimaksud dengan kepentingan umat dalam hal ini sangat umum dan bisa dikembangkan sesuai kebutuhan umat di suatu tempat pada waktu tertentu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa wakaf, bisa dimanfaatkan untuk apa saja asalkan dalam batas-batas sesuai dan diperbolehkan oleh syariat Islam. Misalnya, pengembangan pendidikan dengan pembangunan sekolah, penelitian yang berkenaan dengan kebutuhan masyarakat dan bermanfaat untuk menyusun srategi pengembangan masyarakat.

Minggu, September 27, 2015

FILANTROPI DALAM MASYARAKAT ISLAM 008



Di Mana Peranan Masjid Dalam Filantropi?
Masjid memainkan peranan penting dan strategis dalam menggerakkan aktivitas filantropi Islam. Setiap tahun, khususnya di bulan Ramadhan, Masjid menghimpun dan mendistribusikan zakat, infak dan sedekah dari masyarakat. Kesibukan yang terlihat di masjid-masjid itu, tidak peduli masjid besar ataupun kecil, memperlihatkan tingginya tingkat kerdermawanan masyarakat kita. Hal ini menjadi tantangan bagaimana masjid-masjid seyogianya mengelola dan mendistribusikan dana filantropi umat itu secara optimal. Artinya, dana yang terkumpul itu bukan saja bermanfaat untuk kepentingan konsumtif sesaat, melainkan juga didayagunakan untuk kepentingan jangka panjang yang bersifat produktif.

Sabtu, September 26, 2015

FILANTROPI DALAM MASYARAKAT ISLAM 007



Kelompok yang Berhak Menerima Zakat
Mereka yang berhak menerima zakat ada delapan asnaf.

Apa yang Dimaksud Delapan Asnaf?
Delapan asnaf maksudnya adalah orang-orang yang berhak menerima zakat yang terdiri dari delapan golongan, sebagaimana disebutkan dalam QS at-Taubah [9]: 60, yaitu kaum fakir (orang yang sangat sengsara), kaum miskin (orang yang kekurangan), ‘amil orang  yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, mualaf (orang yang baru memeluk Islam), riqab (memerdekakan budak), gharim (orang yang tidak mampu membayar hutang), fi sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah), ibnu as-Sabil (orang yang kehabisan bekal di jalan).

Jumat, September 25, 2015

FILANTROPI DALAM MASYARAKAT ISLAM 006



Apa Itu ZIS?
ZIS merupakan akronim atau singkatan dari Zakat, Infak dan Sedekah. Akronim ini lazim digunakan juga oleh lembaga-lembaga pengumpul dana filantropi seperti LAZIS (Lembaga Zakat, Infak dan Sedekah) dan BAZIS (Badan Amil Zakat, Infak dan Sedekah).

Aset ZIS di Indonesia
Menurut penelitian yang dilakukan Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2008), dana ZIS yang terkumpul setiap tahun mencapai angka 19,3 triliun. Angka yang fantastis ini bertolak belakang dengan kondisi masyarakat Islam Indonesia yang masih dijerat kemiskinan. CSRC menyimpulkan bahwa ironi itu muncul karena pengelolaan dana ZIS yang tidak dilakukan dengan baik.  

Kamis, September 24, 2015

FILANTROPI DALAM MASYARAKAT ISLAM 005



Apa Itu Infak?
Infak (arab, infaq) berasal dari kata anfaqa, yang mempunyai arti menafkahkan dan membelanjakan. Dalam istilah syar’i, infak artinya mengeluarkan sebagian harta yang kita miliki atau pendapatan (penghasilan) yang kita peroleh untuk tujuan yang sejalan dengan syariat Islam. Dengan kata lain infak adalah mendermakan atau memberikan rezeki (karunia) atau menafkahkan sesuatu kepada orang lain berdasarkan rasa ikhlas karena Allah SWT. Berbeda dengan zakat, infak tidak ada batasnya (nisab-nya). Jadi, siapa pun bisa berinfak. Infak juga boleh diberikan kepada penerima yang di kehendaki pemberi, misalnya orangtua, anak yatim, panti asuhan, dan sebagainya, dengan catatan sejalan dengan syariat Islam, bukan untuk tujuan yang menyimpang seperti kemaksiatan atau kejahatan. (QS. Al- Baqarah [2]: 215).

Rabu, September 23, 2015

FILANTROPI DALAM MASYARAKAT ISLAM 004



Harta Apa Saja Yang Wajib Dizakati?
Pada dasarnya semua harta wajib dizakati sebagaimana penegasan al-Qur’an, hudz min amwalihin shadaqah yang berarti, “Ambillah dari harta mereka sebagai sedekah.” Yang dimaksud dengan amwal  di sini adalah harta yang berkembang di masyarakat pada masa itu sebagai produk kegiatan ekonomi. Di masa Rasulullah SAW binatang onta menjadi primadona dalam kegiatan ekonomi, maka onta wajib dizakati. Jika suatu masyarakat kegiatan ekonominya pertanian, pekerbunan, peternakan, maka objek zakatnya adalah harta-harta tersebut. 
Di masa sekarang, sejalan dengan perkembangan teknologi, kegiatan ekonomi lebih beragam lagi, bukan saja pertambangan, pengolahan hasil bumi, perekonomian berbasis informasi, tapi juga termasuk jasa konsultasi, keahlian atau profesi, produk perbankan seperti bilyet, giro, cek dan lain-lain merupakan produk perekonomian modern yang wajib dizakati.

Selasa, September 22, 2015

FILANTROPI DALAM MASYARAKAT ISLAM 003



Apa Tujuan Filantropi Islam?
Tujuan filantropi Islam adalah menjamin tegaknya keadilan sosial yang merupakan pesan utama ajaran Islam. Secara spiritual, filantropi Islam yang diwujudkan dalam pembayaran zakat, infak, sedekah dan wakaf, juga bertujuan untuk membersihkan harta dan menyucikan jiwa. Harta harus dibersihkan karena di dalamnya melekat hak orang lain. Dan praktik tersebut akan menyucikan diri kita dari sifat-sifat tamak, kikir, dan cinta berlebihan kepada harta.

Minggu, September 20, 2015

FILANTROPI DALAM MASYARAKAT ISLAM 002


Sejak Kapan Muncul Lembaga-Lembaga Filantropi Islam Modern?
Sejak tahun 1970-an telah muncul lembaga-lembaga filantropi Islam modern yang berbasis kelembagaan dengan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara professional. Berbeda dengan charity traditional yang memberikan zakat, infak dan sedekah secara langsung kepada penerima atau mustahik, filantropi modern mengelola dana zakat, infak dan sedekah untuk disalurkan bagi usaha-usaha produktif dan berkelanjutan. Bentuknya berupa pinjaman modal usaha bagi pengusaha kecil, pemberian beasiswa pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, pendirian balai kesehatan untuk masyarakat tidak mampu, dan lain-lain usaha yang menunjang.

Sabtu, September 19, 2015

FILANTROPI DALAM MASYARAKAT ISLAM 001



Apa Itu Filantropi?
Filantropi sering diartikan kedermawanan. Kata filantropi (Inggris, philanthropy) berasal dari bahasa Yunani philos  yang berarti cinta atau kasih dan anthropos yang berarti manusia. Jadi filantropi maksudnya adalah cinta kasih kepada sesama manusia, yang diwujudkan dalam bentuk memberikan bantuan (harta, fasilitas) kepada pihak yang membutuhkan.

Adakah Kaitan Filantropi dengan Agama?
Dorongan bagi aktivitas filantropi pada umumnya berasal dari agama. Semua agama mengajarkan pemeluknya untuk berderma, yakni mengeluarkan sebagian hartanya untuk orang lain yang kekurangan.

Jumat, Mei 08, 2015

007 Membangkitkan Pasar Kehidupan Dari Masjid



Ini adalah dialog yang tiada duanya diatas dunia ini. Di pelataran Masjid dialog ini berlangsung. Seorang sahabat yang baru saja berjumpa dan diikrarkan persaudaraannya ingin memuliakan semulia-mulianya sang sahabat. “Aku punya beberapa rumah silahkan engkau pilih yang paling nyaman menurutmu, aku punya beberapa bidang tanah, silahkan pilih mana yang engkau sukai, bahkan kalau engkau mau, aku punya beberapa orang istri silahkan pilih mana yang menarik hatimu, aku akan ceraikan, selepas masa iddahnya engkau boleh menikahinya.” Tak butuh waktu lama, jawabannya beberapa kata, “saya tidak butuh itu semua dari mu, sekarang tunjukkan saja kepadaku kemana jalan menuju pasar!”

Jumat, Mei 01, 2015

006 Getar-Getar Pesan Peradaban Azan



Panggilan Allah ini berkumandang dari masjid-masjid yang merupakan poros peradaban. Panggilan dari poros peradaban. Panggilan kasih dari sang kekasih. Panggilan instruksi dari sang pemimpin. Panggilan kehormatan pada seorang hamba yang hina dina. Panggilan kerinduan yang senantiasa dinantikan hamba yang sibuk dengan dirinya, melupakan Rabbnya. Panggilan pulang pada hati dan jiwa yang kelana kembara. Sahutilah pesannya dan jawablah keinginan jiwa yang selalu ingin mendekat Rabb-Nya.

Jumat, April 24, 2015

005 Kembalikan Mesjid Men’jadi Poros Peradaban



Seorang aktivis dakwah bertanya kepada Murabbinya,”Kapankah saatnya kita bisa mengalahkan dominasi tirani Yahudi atas dunia Islam ya Syeikh?” Syeikh itu menarik nafas dalam-dalam, lalu menegakkan kepalanya, memandang tajam kepada Mutarabbinya, lalu berkata tenang namun sangat tegas,” Ketika Jumlah Jamaah Shalat Jum’at sudah sama banyak dengan jama’ah shalat subuh!” kata-kata ini akhirnya juga menjadi ikrar para dedengkot Zionis Yahudi yang menyatakan,”Jangan biarkan mereka umat Islam mendekati Masjid, terutama saat shalat subuh dan shalat ashar. Karena di dalam shalat itu mereka mendapatkan kekuatan.”

Jumat, April 17, 2015

004 I’tikaf Cahaya Penerang Peradaban



Manusia peradaban disaring Allah melalui I’tikaf. Mereka Mendahulukan Allah dari segala sesuatu. Maka Allah akan mendahulukan mereka dari semua manusia. Doa mereka mustajab diijabah langsung oleh Allah dan diaminkan oleh para malaikat.

Mereka merubah dunia melalui mihrab. Mihrab mereka adalah masjid-masjid. Hati mereka thawaf bersama Allah. Indah… luarbiasa… dahsyat. Doa mereka tanpa hijab di hadapan Allah. Kerja dan amal mereka berkah dan membawa keberkahan. Cahaya yang bertingkap-tingkap. Tidak ada tempat yang tidak mendapatkan cahaya. Merata di segala tempat. Menyinari peradaban sepanjang zaman.

Jumat, April 10, 2015

003 Thawaf Semesta



Lelaki itu termangu memandang langit. Langit biru diatas kakbah . Burung-burung merpati itu beterbangan dan meluncur diatas langit Masjidil Haram. Namun, ketika mereka hampir melintasi Kakbah ia berputar mengikuti arah berputarnya manusia yang thawaf. Subhanallah, merpati-merpati itu ikut thawaf menghormati bangunan yang ditegakkan oleh manusia-manusia yang sudah di sucikan Allah.