Senin, Februari 20, 2017

Kita Butuh Payung Dakwah

Kita Butuh Payung Dakwah [1]

Partai Keadilan Sejahtera memang fenomenal. Meski digebuk habis-habisan dan diprediksi banyak kalangan pengamat dan lembaga survey bakal terlempar dari panggung politik alias tidak lolos Parliamentary threshold, tapi nyatanya PKS tetap bertahan. Posisi ini menunjukkan PKS sebagai partai kader tetap solid.

Pada pemilu pilpres kali ini PKS memutuskan mendukung pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa. Untuk mengetahui lebih dalam alas an PKS mendukung Prabowo-Hatta, wartawan sabiliku Eman Mulyatman mewawancarai langsung KH Hilmi Aminuddin di kediamannya di Lembang Bandung Jawa Barat. Berikut Petikannya:

Dengan 8,4 juta raihan suara PKS dalam pemilu legislative kemarin apa pendapat ustadz?

Hampir setahun setengah PKS dipukuli habis di media. Tapi kalau saya sih melihatnya angka 8,4 juta itu anugerah dari sisi Allah. Karena untuk mencari dana saja kita kesulitan. Jadi pemilu ini benar-benar hasil kerja ikhwan dan akhwat dengan biaya dari kantong sendiri. Kita tidak bisa membiayai. Saya cari dana untuk saksi saja tidak dapat. Dapat uang kecil-kecilan untuk bantu biaya operasional itupun tidak seberapa. Jika kita perlu berusaha supaya prabowo menang sebagai mizhollah (payung politik). Sebenarnya ikhwah itu punya semangat oposisi. Terus saya bilang dengan ukuran kita yang menengah mini ini nggak efektif jadi oposisi. Makanya kita harus bergabung. Kalaupun kalah format oposisi kita jadi besar. Apalagi ada peluang untuk menang.  

Sabtu, Februari 11, 2017

Tukang Kayu

Tukang Kayu [1]
Oleh Hepi Andi Bastoni

Seorang tukang kayu tua bermaksud pension dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Lalu ia memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Jumat, Februari 10, 2017

Zukerberg


Ditolak gadis idamannya, pemuda itu melakukan aksi sakit hati. Ia membuat situs dengan nama facemash.com  alias si wajah perkedel. Untuk mendapatkan foto teman-temanya, khususnya yang wanita, ia nekat menerobos sistem komputer kampus. Hasil perburuannya ia unggah ke situs barunya. Lalu, ia memasang sistem yang membuat setiap pengunjung  facemash.com dapat memberi peringkat pada setiap gadis.

Akibat perbuatannya, pemuda ini dihukum pihak kampus. Tapi usahanya tidak sia-sia. Popularitas facemash.com langsung melonjak. Hanya dalam waktu tiga minggu, jumlah mahasiswa yang mendaftar mencapai 4.000 orang. Anda tentu sudah menduga, inilah cikal bakal dari facebook.com yang kini anggotanya mencapai ratusan juta orang.
Siapakah pemuda itu? Dialah Zuckerberg yang waktu itu ada di semester II di Harvard University. Aksi membalas sakit hati pada gadis yang menolaknya malah menjadikannya seorang miliuner muda dengan kekayaan 1,5 miliar di usia 24 tahun.

Kamis, Februari 09, 2017

Mengenal Ruang - 35 Serial Pembelajaran

Mengenal Ruang

Majalah Tarbawi Edisi 243 Th. 12 Shafar 1432 H, 13 Januari   2011 M

Kapalnya tenggelam oleh hantaman badai dalam ekspedisinya ke China. Tapi Ibnu Batuta, sang pengembara asal Marokko itu, selamat. Ia terdampar di kepulauan Maldives. Ia pun menetap di tempat itu sampai lama. Kawin mawin dan beranak pinak. Kini negara kepulauan yag bernama Republic of Maldives (Republik Maladewa) yang terdiri dari 26 atol seluruhnya beragama Islam. Musibah itu berujung berkah bagi warga kepulauan Maladewa.

Ibnu Batuta adalah nama besar dari abad ke 14 M dalam sejarah para pengembara. Ia juga sempat ke Indonesia, khususnya Jawa dan Sumatra, dan menceritakan detil sejarah dan budaya masyarakat dalam bukunya. Ia menempuh perjalanan sejauh 120.000 km di seluruh wilayah dunia Islam. Ia menjadi icon dari semangat pengembaraan dan upaya pemetaan bumi ketika manusia hanya mengenal transportasi darat dan laut.

Rabu, Februari 08, 2017

Memberi Hadiah - 17 65 Kiat Islam Membangun Relasi

Memberi Hadiah
Hadiah adalah salah satu sebab yang dapat menerobos ke dalam hati manusia tanpa harus meminta izin terlebih dahulu. Bahkan ia dapat melahirkan rasa saling cinta dan kasih sayang yang sangat mendalam.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah RA ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Hendaklah kalian saling memberikan hadiah, niscaya kalian akan saling cinta mencintai.” (Shahih Al Jami’ [3004])

Selasa, Februari 07, 2017

Pasang Surut Peradaban - 34 Serial Pembelajaran

 Pasang Surut Peradaban

Majalah Tarbawi Edisi 242 Th. 12 Muharram 1432 H, 30 Desember  2010 M

kesadaran akan efek ruang dan waktu membawa kita cara pandang yang berbeda interaksi manusia dan teks dalam sejarah manusia. Peristiwa sejarah adalah hasil interaksi antara manusia, ruang dan waktu. Jika kita memasukkan teks kedalam struktur kesadaran manusia, maka interaksi itu tersusun seperti sebuah cerita dimana manusia bertindak dalam konteks ruang dan waktu sesuai dengan alur hidup yang tertera dalam teks.

Yang lahir dari interaksi antara manusia, teks, ruang dan waktu kita sebut peristiwa sejarah berbasis teks. Karena itu, banyak pemikir dan filosof sejarah Muslim saat ini berusaha membaca bentangan fenomena sejarah Islam merujuk pada makna itu. Mereka mengatakan, tidak semua peristiwa sejarah dalam dunia Muslim itu bisa disebut sebagai sejarah Islam. Sejarah Islam per definisi adalah catatan peristiwa kehidupan yang dilakukan oleh manusia Muslim yang dibimbing sepenuhnya oleh teks. Misalnya sejarah kehidupan era Nabi Muhammad saw dan para Khulafa Rasyidin. Peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi tanpa bimbingan teks tidak bisa dicatat sebagai sejarah Islam. Sebab itu merupakan merupakan penyimpangan dari teks. Atas dasar itu mereka menuntut adanya penulisan ulang atas sejarah Islam agar ia dibingkai dalam pemaknaan yang benar.

Senin, Februari 06, 2017

Efek Ruang dan Waktu - 33 Serial Pembelajaran

 Efek Ruang dan Waktu
Majalah Tarbawi Edisi 241 Th. 12 Muharram 1432 H, 16 Desember  2010 M

manusia hidup dalam ruang bumi dan waktu sejarah. Bumi dan sejarah adalah panggung kehidupan manusia. Dalam kerangka interaksi antara ketiga unsur itulah, bumi, sejarah dan manusia teks diturunkan. Jika bumi terus berputar, sejarah terus naik dan turun, manusia terus berubah, maka mengertilah kita dalam situasi seperti apakah teks itu bekerja.

Teks ‘bekerja’ dalam situasi yang lentur dan cair. Teks bergerak dalam situasi yang bergerak, berubah dan terus mengalir. Dan itu melahirkan ancaman eksistensial! Ancaman bagi eksistensi setiap teks atau narasi apapun adalah bahwa ia tidak punya cukup nafas kebenaran yang memungkinkannya mengikuti gerak perubahan dari aliran kehidupan itu. Ancaman inilah yang menjelaskan mengapa banyak teks atau narasi yang memiliki life cycle atau umur yang pendek dan terbatas.

Minggu, Februari 05, 2017

Memfirasati Zaman - 32 Serial Pembelajaran

 Memfirasati Zaman
Majalah Tarbawi Edisi 240 Th. 12 Dzulhijjah  1431 H, 02 Desember  2010 M

(Hal-80) Menemukan kaidah-kaidah yang mengatur jalannya sejarah akan mengantar kita pada temuan lain: memfirasati zaman. Kaidah-kaidah sejarah itu adalah sunnatullah filhayat, hukum-hukum kehidupan yang permanen, berlaku sepanjang waktu. Dari situ kita bisa menilai apakah hidup kita sedang berjalan naik, sedang berjalan datar, atau sedang terjun bebas ke bawah.

Menafsir berbagai peristiwa kehidupan dengan teks seperti menemukan gambaran utuh dari wajah kita di depan sebuah cermin besar yang terang-benderang. Di dalam kerangka teks semua peristiwa itu terangkai sebagai satu kesatuan yang berjalan pada sebuah alur sejarah yang jelas, bukan serpihan kisah yang tidak saling terhubung. Merangkai peristiwa-peristiwa itu seperti merekonstruksi bangunan waktu untuk membaca pa yang disebut orang-orang bijak sebagai tanda-tanda zaman.

Sabtu, Februari 04, 2017

Menafsir Peristiwa - 31 Serial Pembelajaran

 Menafsir Peristiwa
Majalah Tarbawi Edisi 239 Th. 12 Dzulhijjah  1431 H, 18 November  2010 M

Al-Quran Memaparkan peristiwa sejarah dengan kaidah-kaidahnya, bukan dengan rincian-rinciannya. Begitulah caranya. Maka teks selamanya akan abadi karena ia terlepas dari kekhususan ruang dan waktu. Lalu menjadi lentur hingga sanggup merengkuh keabadian.

Sebab yang penting dari sebuah peristiwa bukanlah pelaku, ruang atau waktunya. Rincian-rincian itu adalah hak buku-buku sejarah dan tugas para sejarawan. Misi teks ini adalah menemukan kaidah-kaidah yang mengatur jalannya sejarah hidup manusia, yang berlaku secara konstan dalam semua ruang dan waktu, serta oleh dan untuk semua manusia sebagai pelaku sejarah.

Jumat, Februari 03, 2017

Mutiara Kehidupan Para Tabi’in: Rabi’ Ibnu Khutsaim

Mutiara Kehidupan Para Tabi’in: Rabi’ Ibnu Khutsaim

Al-Ikhwan.net

Rabi’ Ibnu Khutsaim adalah seorang dari Bani Mudharr (Quraisy), beliau adalah seorang yang selalu tenggelam dalam ibadah pada ALLAH SWT, sehingga orang-orang mengatakan: “Ia adalah orang yang dari sejak jari-jarinya masih merah sudah ahli ibadah.” Dari sejak kecil Rabi’ dibesarkan dalam ibadah kepada ALLAH SWT, ia seorang yang terjaga dari perbuatan maksiat. Ketika usia masih kanak-kanak ia sudah sedikit sekali tidur di waktu malam, ibunya sering memergokinya di tengah malam sedang shalat diam-diam sementara suara tangis di dalam dadanya bagaikan air yang sedang mendidih di dalam kuali. Ketika ibunya bertanya kepadanya: “Mengapakah kamu tidak tidur?” Jawabnya: “Bagaimana aku bisa tidur, sementara malam telah makin larut dan musuhku senantiasa mengintaiku.” Kata ibunya: “Siapakah musuhmu itu anakku?” Jawab Rabi’: “Maut wahai ibu.”

Semakin remaja maka makin tambah-tambah taqwanya, sehingga setiap malam suara tangisnya makin memilukan, pagi dan siang haripun ia sering berlinangan air mata. Sampai-sampai ibunya menjadi bingung dan bertanya kepadanya:
“Anakku sayang, apakah kau pernah berbuat dosa besar?”
Jawab Rabi’: “Benar ibu, aku telah berbuat dosa yang sangat besar.”
Kata ibunya: “Inna liLLAHi… Dosa apakah itu?”
Jawab Rabi’: “Aku telah membunuh orang wahai ibu.”
Kata ibunya : “Ya RABB! Kalau begitu segeralah minta maaf dan kita mohonkan untuk bisa membayar diyat kepada
keluarganya.”