Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Senin, April 20, 2026

Krisis KAMMI bak Abbasiyah di Zaman Modern

 Krisis KAMMI bak Abbasiyah di Zaman Modern

Krisis KAMMI bak Abbasiyah di Zaman Modern


Ini bener-bener bikin 'gedeg'. Melihat konflik internal KAMMI, terutama sengkarut di Sumut dan Riau, rasanya persis seperti narasi keruntuhan Abbasiyah. Ibarat sebuah organisasi besar yang sedang dicabik-cabik beruang (kepentingan elit pusat), lalu datang serigala yang dikira mau menyelamatkan, eh ternyata cuma mau menghisap darah legitimasi (faksi tandingan).

📌 "Awal Petaka: CEO Pusat yang Terlalu Banyak Manuver dan Lupa Akar Rumput"

Sebelum kita bedah kenapa Sumut dan Riau sampai 'pecah kongsi', kita harus tahu dulu kenapa 'perusahaan' sebesar KAMMI bisa kena krisis kepercayaan.

Setelah sekian lama jadi market leader gerakan mahasiswa, para 'direksi' di tingkat pusat mulai kena sindrom terlalu asyik main di level elit politik. Mereka lupa kalau 'bisnis inti' KAMMI adalah pengaderan dan gerakan moral. Buat mengamankan posisi dan pengaruh, mereka mulai pakai gaya 'outsourcing' kepentingan politik luar ke dalam tubuh organisasi.