Minggu, November 02, 2008

Orang Hebat Memenuhi Komitmennya


Sering saya bertanya pada diri saya sendiri, apa jadinya saya kelak - beberapa puluh tahun mendatang? Pertanyaan yang sama sering saya ajukan kepada teman-teman saya, apa 'the end'-nya seorang Dinda, Anwar, Indah, misalnya, dst. The end yang saya maksud adalah kondisi relatif seseorang dalam jangka waktu tertentu di masa datang, bisa status, pekerjaan, kepemilikan, kepribadiaan, dan kualitas-kulaitas insani lainnya. Mungkin seorang SBY tidak pernah menyangka kalau dirinya pada akhirnya dinobatkan menjadi presiden RI ke-6. Bahkan wakilnya, Jusuf Kalla konon hanya bercita-cita menjadi Lurah di kampungnya. Nah, presiden untuk SBY dan wapres untuk JK inilah yang menjadi pertanyaan/pernyataan 'the end' keduanya pada masa lalu. Sekarang (present) mereka sudah menjadi presiden dan wakil presiden RI ke-6. Dulu - sama dengan kita sekarang - mereka mungkin juga bertanya-tanya: apa jadinya saya kelak?

Apa yang kita bicarakan di atas, itulah ruang mimpi, cita-cita, harapan, atau keinginan setiap orang. Semua orang punya itu. Akan tetapi respon tiap-tiap orang berbeda untuk setiap ruang yang mereka punya. Ada yang membiarkan saja ruang itu tanpa rencana - tanpa cita-cita. Motto mereka kira-kira begini: biarkan hidup mengalir. Ada yang berencana - bercita-cita, tapi alakadarnya saja. Tidak muluk-muluk, kata mereka. Ada yang sengaja, sadar, dan sungguh-sungguh mememenuhi ruang itu dengan berjuta mimpi yang luar biasa. Yang pasti, apapun respon anda, itulah pilihan anda. Sepenuhnya anda mengontrol ruang-ruang itu.

Pilihan orang hebat adalah pilihan yang terakhir. Mereka memilih untuk memenuhi ruang itu dengan mimpi yang tidak biasa - luar biasa! Mereka sepenuhnya sadar kata-kata berikut: You are what you think. Wether you think you can, you can. If you can dream it, you can do it. Mereka sadar bahwa mereka adalah produk dari pikiran-pikiran mereka sendiri. Hingga Norman Vincent Paele khusus membuatkan buku untuk mereka berjudul The Power of Positive Thinking.

Setalah mimpi, cita-cita, dan rencana, orang hebat memenuhi hidupnya dengan komitmen pelaksanaan. Mereka kembali sadar bahwa hidup tak sekedar mimpi. Hidup adalah rangkaian aksi yang berulang-ulang hingga sampai pada perwujudan mimpi itu. Setelah mimpi, lalu take action. Dengan cara ini orang-orang hebat menggenggam dan memenuhi nasibnya.

Orang hebat punya komitmen. Komitmen adalah ketetapan hati untuk memenuhi janji. Ketetapan hati untuk meluangkan waktu, pikiran, tenaga, harta, bahkan nyawa untuk menepati janjinya: menepati mimpi, cita-cita, harapan, dan keinginannya. Mereka sadar untuk menerjemahkan apa yang dikatakan Hasan Al-Banna, Hari ini adalah mimpi kita kemarin. Hari esok adalah mimpi kita hari ini, menjadi, Hari ini adalah komitmen kita kemarin. Hari esok adalah komitmen kita hari ini. Mereka sadar ada jembatan antara mimpi dan kenyataan, antara rencana dan tindakan, yaitu komitmen.

Anthony Robin memenuhi komitmennya mencetak jutaan dolar, menggelar training masal yang sensasional, padahal dia berangkat dari tukang pel sebuah restoran. Di usia yang ke-50 kelak, dia berniat mencalonkan diri menjadi presiden Amerika Serikat. Purdi Candra memenuhi komitmennya menjadi kaya harta dan usaha meski memilih drop out dari bangku kuliahnya di UGM. Ia sekarang bos sekaligus pemegang francise Lembaga Bimbingan Belajar Primagama, beberapa restoran, jasa travel agent, bisnis property, hotel, dsb.

Andreas Harefa memenuhi komitmennya, Sukses Tanpa Gelar. Ia menjadi pengkritik paling tajam sistem sekolahan formal yang tidak memberdayakan siswa didik. Ia tak pernah memanfaatkan ijazah formalnya. Ia berkomitmen tak akan pernah melamar kerja. Dan itu ia buktikan. Sekarang ia bangga punya gelar baru WTS (singkatan dari Writer, Trainer, Speaker). Ia memenuhi undangan training berbagai perusahaan nasional dan multinasional. Produktivitasnya luar biasa. Bukunya puluhan jumlahnya, dan rata-rata best seller nasional.

Ada lagi, Aa Gym da'i sekaligus pengusaha muda yang luar biasa. Ia pernah menjadi tukang bakso semasa kuliah. Sekarang, jangan tanya kesuksesannya, ia menjadi trend setter pribadi yang mampu menggabungkan kehidupan dunia dan akhirat menjadi selaras. Ia punya pesantren virtual Daarut Tauhid yang sekaligus menjadi kerajaan bisnis beromset milyaran rupiah dengan berbagai lini usaha dari penginapan, supermarket, cafe, laundry, rekaman, penerbitan, jaringan pemasaran, sampai program televisi.

Mereka yang tersebut di atas adalah sedikit contoh dari orang-orang hebat yang sukses karena memenuhi komitmennya. Menjadi seperti mereka tidaklah susah. Caranya sederhana, yakni miliki keteguhan dan ketangguhan (adversity) dalam berusaha, dengan cara melihat kegagalan sebagai tangga-tangga kesuksesan, tidak mudah putus asa, serta profesional dan konsisten pada bidang usaha, aktivitas, dan pekerjaan yang diminati. Selamat mencoba!

Tidak ada komentar: