Kamis, September 24, 2015

FILANTROPI DALAM MASYARAKAT ISLAM 005



Apa Itu Infak?
Infak (arab, infaq) berasal dari kata anfaqa, yang mempunyai arti menafkahkan dan membelanjakan. Dalam istilah syar’i, infak artinya mengeluarkan sebagian harta yang kita miliki atau pendapatan (penghasilan) yang kita peroleh untuk tujuan yang sejalan dengan syariat Islam. Dengan kata lain infak adalah mendermakan atau memberikan rezeki (karunia) atau menafkahkan sesuatu kepada orang lain berdasarkan rasa ikhlas karena Allah SWT. Berbeda dengan zakat, infak tidak ada batasnya (nisab-nya). Jadi, siapa pun bisa berinfak. Infak juga boleh diberikan kepada penerima yang di kehendaki pemberi, misalnya orangtua, anak yatim, panti asuhan, dan sebagainya, dengan catatan sejalan dengan syariat Islam, bukan untuk tujuan yang menyimpang seperti kemaksiatan atau kejahatan. (QS. Al- Baqarah [2]: 215).


Bagaimana dengan Sedekah?
Sedekah (Arab, shadaqah) berasal dari kata shadaqa yang berarti “benar”. Maksud yang terkandung dalam pengertian ini bahwa orang yang suka bersedekah adalah “orang  yang benar pengakuan imannya.” Sebaliknya orang yang tidak suka bersedekah berarti imanya palsu. Menurut istilah sedekah adalah suatu pemberian yang diberikan seorang Muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi waktu dan jumlah tertentu. Orang yang telah menunaikan kewajiban zakat, namun masih memiliki kelebihan materi sangat dianjurkan untuk bersedekah. Wujud sedekah antara lain adalah menyantuni fakir miskin dan yatim piatu, membangun fasilitas yang bermanfaat untuk umum seperti sarana ibadah, pendidikan, kesehatan, perpustakaan, irigasi, dan lain-lain yang tidak melanggar syariat.


Nabi Muhammad SAW bersabda: ”Barang siapa mampu dari kalanganmu (umat Islam) yang ingin memelihara dirinya dari api neraka, maka hendaklah ia bersedekah, walau hanya sebelah biji buah kurma. Barang siapa tidak mendapatkannya, maka dengan bicara yang baik dan sopan.

Adakah Sedekah Non Materi?
Jika zakat dan infak memang bersifat materi, maka sedekah bisa bermakna kebaikan non materi. Ini untuk menjamin orang-orang yang tidak kaya secara materi pun masih bisa bersedekah. Dikisahkan pada masa Rasulullah SAW banyak sekali orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang bersedekah, Rasul bersabda,”Setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, berbuat baik (‘amar ma’ruf) adalah sedekah, mencegah kemungkaran (nahy munkar) adalah sedekah dan menyalurkan syahwatnya pada istri adalah sedekah.

Disadur dari buku;”Filantropi Dalam Masyarakat Islam”
CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
The Asia Foundation
PT Elex Media Komputindo
2008



Tidak ada komentar: