Jumat, Desember 14, 2007

KEPEMIMPINAN DAN AMAL JAMAI

JIWA KEPEMIMPINAN : 1. Mengetahui prinsip dasar kepemimpinan

Kemampuan dalam menjalankan program bukan

Sekedar memerintah.

2. Kepemimpinan situasional

Pemahaman mengenai posisi dalam amal

3. Pemimpin kerja

Mampu membangun motivasi kerja pada anggota

Amal

4. Gaya kepemimpinan

Mengetahui gaya otoriter, Kharismatik dan gaya

Operasional.

KARAKTER PERSONAL AMAL : 1. Memiliki prilaku positif

2. Keterampilan komunikasi

3. Memiliki jiwa kepemimpinan.

KETERAMPILAN KOMUNIKASI :

1. Memahami konsep dasar komunikasi, yaitu komunikasi visual (66%), vokal (25%), verbal (7%)

2. Sikap komunikasi asertif (proaktif dan sinergis), bukannya agresif (mau menang sendiri) dan bukan pula submasif (inferior dan introvert)

3. Negosiasi

Kemampuan untuk melahirkan kesepakatan dengan saling percaya

4. Prinsip persaudaraan, dibangun dari kesamaan visi dan misi kehidupan dengan melalui proses pengenalan identitas partner, memahami karakternya dan bekerjasama dengan nilai-nilai ketulusan dan kesungguhan.

KIAT MEMBANGUN AMAL :

1. Starting : Idealis dan mengutamakan persamaan

2. Storming : Adanya perbedaan karena latar belakang, karaater dan gaya

bekerja.

3. Norming : Kesepakatan untuk membangun saling pengertian

4. Stabilizing : Adanya prestasi dengan berjalannya semua aturan dengan

Hubungan kerja harmonis.

5. Conforming : Proses penyesuaian diri sehingga apakah tetap stabil ,

Stagnan atau manurun.

PILAR-PILAR AMAL JAMA’I : 1. Iman yang mendalam

2. Ketajaman visi perjuangan

3. Spesialisasi dan kejelasan tugas

4. Tsigah yang timbal balik

5. Membina kemesraan berukhuwah.

A M A L J A M A I

MEMBINA KEMESRAAN BERUKHUWAH :

1. Di bangun diatas Ta’aruf, Tafahum dan Takaful

2. Ta’aruf yang baik akan meminimalisir kekeringan dan keretakan hubungan dan membuat hati lembut dan mampu melenyapkan bibit perpecahan

3. Tafahum akan menjaga kesegaran kebersamaan dan memiliki pola pikir yang sama

4. Takaful akan menumbuhkan jiwa mendahulukan saudara daripada diri sendiri.

TSIQAH (PERCAYA) YANG TIMBAL BALIK :

1. Ketsiqohan anggota terbentuk dari sentuhan dan interaksi secara langsung sehingga tumbuh kebersihan niat, kualitas moral, kapasitas pemikiran dan keluasan wawasan pemimipin

2. Tsiqoh pemimpin setelah mengetahui secara jelas keikhlasan, kapasitas, kualitas, dan komitmen anggota.

FILOSOFI BERAMAL JAMA’I :

1. Falsafah sambungan kayu *............. Saling mengerti posisi

2. Falsafah air mengalir * .................... visi dan misi beramal

3. Falsafah pohon pisang * .................. etos kerja

4. Falsafah semut * ............................. kinerja dan pembagian tugas

5. Falsafah roda berputar * .............. dinamika beramal jama’i

6. Falsafah sambungan tali * ............ spesialisasi.

Tidak ada komentar: